Makan Kecoak Disebut Jadi Solusi Selamatkan Bumi

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 08:53 WIB
Makan Kecoak Disebut Jadi Solusi Selamatkan Bumi Ilustrasi. Kecoak beserta ragam jenis ulat dan serangga lainnya disebut bakal menjadi makanan alternatif untuk menyelamatkan Bumi. (Istockphoto/Sinhyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecoak, jangkrik, belalang, serta berbagai jenis ulat dan serangga lainnya disebut akan menjadi makanan alternatif yang dapat menyelamatkan Bumi.

Jenis hewan satu itu juga dinilai dapat memberikan nutrisi yang lebih baik. Kecoak dan kawan-kawannya memberikan empat kali zat besi, tiga kali protein, serta vitamin dan mineral yang lebih baik jika dibandingkan dengan roti, smoothies, dan telur yang umum dikonsumsi.

Mengonsumsi berbagai jenis serangga disebut dapat melindungi ozon. Serangga juga tidak membutuhkan banyak air. Mereka dapat hidup di limbah organik dan ruangan yang kecil serta vertikal.

Kecoak dianggap lebih menguntungkan dari segi lahan. Pasalnya, seperempat tanah di dunia digunakan untuk menggembala ternak. Sepertiga bagian bumi digunakan untuk menanam tanaman yang dimakan ternak.

Serangga juga membutuhkan makanan lebih sedikit dibandingkan hewan ternak. Jangkrik, misalnya, membutuhkan pakan 12 kali lebih sedikit daripada sapi dan empat kali lebih sedikit dibanding domba.

Selain itu serangga juga punya siklus hidup yang cepat.

"Dibutuhkan waktu enam minggu untuk memberi makan hewan hingga siap dipasarkan. Namun, dalam periode yang sama, Anda [dapat] memiliki beberapa generasi serangga," ujar entomolog Jeff Tomberlin, mengutip CNN.

Jadi, maukah Anda mengonsumsi makanan dari hewan yang menjijikkan atau bahkan menakutkan itu?

Faktanya, hingga saat ini, hewan-hewan itu telah menjadi bagian dari makanan sehari-hari seperti cokelat, piza, dan spageti.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengizinkan lebih dari 30 bagian tubuh serangga dan beberapa rambut tikus di setiap cokelat. Hampir dua belatung juga terdapat dalam kaleng saus tomat seberat 16 ons.

Menurut FDA, tak ada cara lain untuk menyingkirkan hewan-hewan itu. Pasalnya, hewan-hewan itu ada di setiap rantai makanan. Alhasil, FDA hanya bisa membiarkannya dan menyebutnya sebagai 'food defects' atau 'cacat makanan'.

Menurut laporan dari Global Market Insights, pasar serangga yang dapat dimakan di AS mencapai US$55 juta pada 2017 dan diperkirakan tumbuh menjadi hampir US$80 juta pada 2024.

Permintaan yang meningkat akan protein berkualitas tinggi dan gerakan keberlanjutan untuk makanan olahan menjadi alasan meningkatnya permintaan terhadap serangga.

Laporan FAO menemukan beberapa serangga yang paling sering dikonsumsi secara global. Mereka di antaranya semut, kumbang, lebah, ulat bulu, jangkrik, capung, lalat, belalang, serangga daun, belalang, serangga skala, rayap, dan tawon.

[Gambas:Video CNN]


(ptj/asr)