Es Krim Afrika, Sensasi Dingin dari Susu Larva Lalat

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 27/07/2019 18:20 WIB
Es Krim Afrika, Sensasi Dingin dari Susu Larva Lalat ilustrasi es krim (ponce_photography/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Siapa yang tak suka es krim? Sebagian besar orang terutama anak-anak pasti suka es krim. Rasa manis plus sensasi dingin memberikan kesegaran di siang hari yang terik. Bagaimana jika Anda iseng mampir ke Gourmet Grubb, sebuah perusahaan rintisan yang berbasis di Cape Town, Afrika Selatan lalu mencoba es krim kreasi mereka?

Es krim biasa menggunakan susu sebagai bahan dasar. Namun perusahaan ini justru menggunakan larva serangga sebagai bahannya. Perusahaan memiliki misi untuk memperkenalkan cara baru menikmati serangga. 

"Kami mulai mengubah cara serangga dilihat, diproduksi, dan digunakan dalam industri makanan," kata Leah Bessa, salah satu pendiri perusahaan mengutip dari CNN (25/7). 


Bahan susu pada es krim 'mainstream' diganti dengan EntoMilk. Ini alternatif susu yang terbuat dari campuran larva serangga tropis termasuk black soldier fly (lalat tentara hitam). Menurut Bessa, EntoMilk memiliki rasa yang kaya, lembut dan creamy. 


Tak hanya rasa, campuran ini pun memiliki kandungan nutrisi. Pihaknya mengklaim kandungan protein EntoMilk lebih tinggi lima kali lipat dibanding susu. Namun secara umum serangga memang mengandung nutrisi yang bisa diadu dengan daging dan ikan. 

"Serangga tinggi lemak dan protein dan mineral. Black soldier fly memiliki protein dan lemak yang bisa disandingkan dengan daging, dan kandungan zinc, zat besi dan kalsium serangga lebih tinggi daripada daging," imbuhnya. 

EntoMilk pun tak mengandung laktosa dan gluten. Berbeda dengan susu, EntoMilk tidak mengandung gula dan karbohidrat. 


Di samping itu, lewat es krim larva serangga perusahaan melirik industri yang peduli akan lingkungan. Budidaya serangga tak serumit memelihara sapi atau hewan ternak lain. Serangga tidak memerlukan lahan luas untuk hidup, serta sedikit makanan dan air. 

"Satu-satunya cara EntoMilk dapat benar-benar membuat perbedaan dan mengurangi tekanan dari susu tradisional adalah jika itu diterima dan dikonsumsi dalam skala global," kata Bessa. (chs)