Pesta Kebangkitan Arwah Dua Malam di Meksiko

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 14:22 WIB
Pesta Kebangkitan Arwah Dua Malam di Meksiko Suasana perayaan Hari Orang Mati di Meksiko. (AFP PHOTO / PEDRO PARDO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kematian menjadi subjek yang mengerikan dan serius di banyak budaya, tetapi di Meksiko, kematian adalah alasan untuk perayaan - setidaknya untuk dua malam dalam setahun.

Dari 1-2 November, orang-orang di penjuru Meksiko mendekor rumah mereka, jalan-jalan dan kuburan sanak saudara dengan bunga berwarna-warni, lilin, hiasan tengkorak untuk Hari Orang Mati (Day of the Dead/Día de Muertos).

Tradisi ini berupa penghormatan kepada kerabat yang telah meninggal dunia. Selama dua hari, arwah orang yang dicintai dipercaya kembali untuk berkomunikasi dengan keluarganya.



Film animasi 'Coco' dan film agen rahasia 'James Bond' menjadi penggambaran sederhana mengenai Día de Muertos.

"Kita semua takut mati, dan di Meksiko, ini menjadi bagian dari perayaan, ritual yang berwarna. Ini luar biasa," kata Alejandra Diaz.

Wanita berusia 30 tahun itu sengaja melakukan perjalanan wisata dari Kolombia ke Mexico City selama seminggu hanya untuk menjadi bagian dalam perayaan itu.

Hari Orang Mati, yang dianggap sebagai festival paling sakral di Meksiko, berakar pada budaya asli Meksiko yang bercampur dengan tradisi Kristen yang dibawa oleh penjajah Spanyol.

Día de Muertos berdasarkan pada legenda nenek moyang Meksiko yang dipercaya bahwa setelah kematian mereka melakukan perjalanan melalui sembilan wilayah dunia gaib, yang dikenal sebagai Mictlan.

Menurut Octavio Murillo, direktur di Institut Nasional Masyarakat Adat, "destinasi terakhir dalam perjalanan hidup seseorang ditentukan oleh bagaimana mereka berperilaku selama hidup."

Tradisi ini lama kelamaan berkembang menjadi festival modern.

"Dalam perayaan modernnya, masyarakat adat telah memasukkan unsur-unsur agama baru dari tradisi Kristen, seperti pengumpulan persembahan," kata Murillo.

Jutaan keluarga Meksiko mendirikan altar di mana mereka menempatkan barang-barang pribadi milik kerabatnya yang telah wafat dan menghiasinya dengan bunga marigold berwarna oranye dan hiasan tengkorak.


Bagian dari identitas

Pemerintah Kota Meksiko menggelar beragam kegiatan selama Day of the Dead berlangsung, yang pada tahun 2003 masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Tahun ini, festival dimulai dengan parade besar-besaran Calavera Catrinas - kerangka kartun ikonik yang mengenakan topi bergaya Eropa - dan berakhir dengan persembahan di Hutan Chapultepec.

Catrina, yang diciptakan oleh kartunis Jose Guadalupe Posada pada tahun 1910, adalah sosok satir yang menyindir masyarakat pribumi yang mencoba meniru budaya kolonial.

Sejak saat itu ia diadopsi sebagai perwujudan Hari Orang Mati.

"Meksiko memandang kematian sebagai sesuatu yang normal dan memanfaatkannya sebaik-baiknya," kata Yamile Nino, seorang siswa berusia 15 tahun yang wajahnya dicat seperti Catrina.

"Anggapan tersebut menjadi bagian dari identitas kami."

Pesta Kebangkitan Arwah Dua Malam di MeksikoOrang-orang yang berkostum Catrina. (AFP PHOTO / RONALDO SCHEMIDT)

Dalam bukunya yang berjudul 'The Labyrinth of Solitude', penulis Meksiko Octavio Paz, yang memenangkan Hadiah Nobel Sastra 1990, menulis bahwa "orang Meksiko akrab dengan kematian; bercanda, tidur, dan merayakannya."

Bagi sosiolog Jonathan Juarez, Día de Muertos "dengan sendirinya merupakan ekspresi multikulturalisme Meksiko."

"Semua budaya dapat dimodifikasi," kata Juarez, seorang akademisi dari Universitas Otonomi Nasional Meksiko.

"Di sisi lain, hidup dan mati adalah fenomena yang sangat mencolok bagi manusia dan menghasilkan semangat besar," katanya, mencatat bahwa komunitas di negara lain juga memiliki pandangan yang sama dengan Meksiko tentang kematian.

Susana Rodriguez, seorang ibu rumah tangga berusia 44 tahun, memiliki kenangan masa kecil yang indah dari perayaan itu dan meneruskan antusiasme itu kepada anak-anaknya.

"Orang yang telah wafat bangun dari mimpi abadi mereka untuk berbagi kehidupan dengan kita selama dua hari perayaan berlangsung," katanya.


[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)