Tragedi Bintaro, Kecelakaan Kereta Api Terburuk di Indonesia

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 17:07 WIB
Tragedi Bintaro, Kecelakaan Kereta Api Terburuk di Indonesia Rel kereta Bintaro. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada 19 Oktober 1987 atau tepat 32 tahun yang lalu terjadi insiden terburuk dalam sejarah perkeretaapian Indonesia yang diberi nama Tragedi Bintaro.

Kecelakaan yang terjadi di Senin pagi itu melibatkan dua kereta api yang saling bertabrakan dalam satu jalur di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan.

kala itu, sebuah kereta api ekonomi jurusan Tanah Abang - Merak yang berisikan hampir 500 penumpang bertabrakan dengan kereta api jurusan Rangkasbitung - Jakarta Kota dengan penumpang yang disebut melebihi kapasitas.



Dua lokomotif kereta saling beradu yang membuat suara ledakan yang terdengar cukup jauh dari radius lokasi kecelakaan.

Kedua kereta hancur, terguling dan ringsek terutama di bagian depan.

Penumpang terjepit, potongan tubuh terserak di sekitar lokasi kejadian. Darah-darah manusia membuat tanah di sekitar area kejadian tertutup menjadi merah.

Teriakan orang yang panik ditambah korban yang kebanyakan perempuan dan anak kecil meminta pertolongan membuat suasana kala itu menjadi kian mencekam.

Jumlah korban jiwa tercatat mencapai 200 orang dan ratusan korban lainnya mengalami luka-luka.

Serangkaian penyelidikan ditemukan fakta bahwa insiden nahas itu terjadi karena adanya kelalaian dari petugas di Stasiun Sudimara yang memberikan sinyal aman bagi kereta api Rangkasbitung.

Padahal, dari arah sebaliknya belum ada pernyataan aman dari Stasiun Kebayoran yang menjadi titik keberangkatan kereta arah Stasiun Sudimara.


Dikutip dari berbagai sumber, masinis kereta api jurusan Rangkasbitung - Jakarta Kota bernama Slamet yang sudah mengetahui bakal terjadinya 'adu banteng' dua sepur itu berhasil menyelamatkan diri.

Slamet melompat keluar kereta sesaat sebelum terjadinya tabrakan.

Slamet ditetapkan sebagai tersangka dan bertanggung jawab atas kerjadian tersebut. Ia menjalani hukuman penjara selama lima tahun.

Sampai tiga bulan pasca kejadian, banyak cerita-cerita misteri dari masyarakat sekitar. Mulai dari cerita 'minta tolong' para korban sampai korban yang menanyakan potongan tubuhnya kepada masyarakat sekitar.

Bahkan setelah 32 tahun berlalu, cerita-cerita tersebut masih ada dan mengusik beberapa orang untuk mencari tahu kebenarannya.

CNNIndonesia.com sampat mengunjungi lokasi kejadian Tragedi Bintaro beberapa waktu lalu. Suasananya mungkin sudah tidak begitu mencekam seperti saat kejadian atau bahkan sampai tiga bulan setelahnya.

Rumah-rumah yang kini berada di pinggir rel bekas lokasi kejadian sudah rapi diterangi lampu yang menutupi kisah muram sejarah perkeretaapian Indonesia tersebut.

Jalur kereta yang melintasi wilayah Bintaro dan sekitarnya pun kini sudah dibuat menjadi rel ganda. Peningkatan kualitas kenyamanan perkeretaapian Indonesia pun terus mengalami peningkatan seiring waktu.

(ard)