Hari Pneumonia Sedunia, Penyakit Paru Mematikan Intai Balita

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 10:59 WIB
Hari Pneumonia Sedunia, Penyakit Paru Mematikan Intai Balita Ilustrasi. Pneumonia menjadi salah satu 'pembunuh' anak terbesar di dunia. (Istockphoto/yodiyim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari Pneumonia Sedunia diperingati saban tahun pada setiap 12 November. Pneumonia merupakan salah satu 'pembunuh' anak terbesar di dunia.

Sekitar 800 ribu anak di dunia meninggal akibat pneumonia. Hampir sebanyak 2.200 anak meninggal pada setiap harinya.

Jumlah tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan 437 ribu balita yang meninggal akibat diare dan 272 ribu akibat malaria pada 2018 lalu.

"Komitmen global yang kuat sangat penting untuk memerangi penyakit ini," ujar Direktur Eksekutif UNICEF, Henrietta Fore, melansir AFP. Intervensi perlindungan, pencegahan, dan pengobatan yang lebih baik dan hemat biaya dapat menyelamatkan jutaan nyawa anak.

Lima negara menjadi penyumbang terbesar angka kematian pada anak akibat pneumonia. Nigeria mencatat 162 ribu kematian anak akibat pneumonia, diikuti oleh India (127 ribu), Pakistan (58 ribu), Kongo (40 ribu), dan Ethiopia (32 ribu).

Pneumonia merupakan penyakit akibat bakteri, virus, atau jamur yang menyerang organ paru-paru. Pasien akan mengalami kesulitan bernapas saat paru-paru penuh dengan nanah dan cairan.

Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan tinggal di daerah dengan tingkat polusi udara tinggi adalah kelompok yang paling berisiko.

Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin dan mudah diobati dengan antibiotik jika didiagnosis secara tepat.

"Ini adalah epidemi global yang terlupakan," ujar Kepala Eksekutif Save the Children Inggris, Kevin Watkins.

Watkins mengatakan, jutaan anak sekarat karena kekurangan vaksin, antibiotik yang terjangkau, dan oksigen.

Pada Januari mendatang, UNICEF dan sejumlah lembaga lainnya akan menggelar forum global pertama di dunia tentang pneumonia pada anak di Spanyol.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)