Gen, 'Biang Kerok' Rasa Benci Makanan Tertentu

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 07:47 WIB
Gen, 'Biang Kerok' Rasa Benci Makanan Tertentu Ilustrasi. Ketidaksukaan pada makanan, terutama sayuran, dapat muncul karena faktor genetik. (kkolosov/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagian orang bisa muntah saat makan brokoli atau kol. Sebagian lain justru bisa makan semua jenis makanan tanpa perlu takut.

Ketidaksukaan pada makanan, terutama sayuran, tidak muncul begitu saja. Studi terbaru dari University of Kentucky, Amerika Serikat menunjukkan, ketidaksukaan pada makanan dapat muncul karena gen.

Kecenderungan genetik tertentu dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap rasa pahit dari sebuah makanan, sehingga dapat memunculkan perasaan tak suka pada makanan tersebut.

"Kami ingin tahu apakah genetika memengaruhi kemampuan orang yang perlu makan makanan sehat untuk jantung. Kami tidak melihat hasil dalam gen untuk natrium, gula atau lemak jenuh. Kami melihat perbedaan pada sayuran," kata peneliti Jennifer Smith, dikutip dari CNN.

Saat makan sayuran, orang dengan kecenderungan genetik tersebut sensitif terhadap rasa pahit sehingga dapat menimbulkan mual bahkan muntah. Alhasil, orang-orang dengan kecenderungan tersebut memilih untuk tidak mengonsumsi sayuran atau makanan pahit.

Studi ini menunjukkan, orang dengan 'gen pahit' tersebut 2,6 kali makan lebih sedikit sayuran daripada orang yang tidak memiliki gen tersebut. Studi ini menyebut, indra perasa bergantung pada lebih dari satu atau dua gen, yang sudah diteliti adalah AVI dan PAV.

Sekitar 50 persen orang di dunia memiliki keduanya, sehingga bisa merasakan pahit dan manis, walaupun tidak sensitif.

Sekitar 25 persen di antaranya memiliki AVI lebih banyak, sehingga sama sekali tidak sensitif terhadap pahit, bahkan menganggapnya manis. Sebanyak 25 persen lainnya memiliki PAV lebih banyak, sehingga sangat sensitif terhadap rasa pahit.

"Orang yang memiliki kecenderungan genetik tersebut merasakan lebih banyak rasa belerang, misalnya saat memakan pada kubis Brussel, terutama jika mereka sudah terlalu matang," kata ahli studi rasa makanan dari University of Connecticut, Profesor Valerie Duffy.

"Sehingga sayuran [pahit] tidak disukai, dan karena orang menyamaratakan, jadi semua sayuran tidak disukai," kata Duffy.

Beberapa jenis sayuran yang memiliki rasa pahit diantaranya adalah brokoli, kangkung, pakcoy, selada, dan kembang kol.

Menurut Duffy, kini para ahli tengah mencoba untuk mengurangi rasa pahit dari sayuran agar orang tetap memakannya karena kaya akan nutrisi penting. Beberapa percobaan terbukti berhasil, misalnya kubis yang dimakan hari ini lebih manis ketimbang kubis di masa lalu.

Orang yang sensitif terhadap rasa pahit ini dapat mengonsumsi sayuran dengan mengolahnya terlebih dahulu untuk mengurangi rasa pahit.

[Gambas:Video CNN]


(ptj/asr)