Kunto Aji Ikut Aksi Tanam Pohon di Candi Ratu Boko

CNN Indonesia | Rabu, 13/11/2019 17:34 WIB
Kunto Aji Ikut Aksi Tanam Pohon di Candi Ratu Boko Candi Ratu Boko. (Istockphoto/benito_anu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemanasan global bukan cuma mengakibatkan mencairnya es di kawasan Eropa atau Amerika. Negara di kawasan Asia Tenggara yang memiliki dua musim, seperti Indonesia, juga ikut terkena dampaknya.

Salah satu dampak dari pemanasan global di Indonesia ialah suhu gerah yang terjadi baik di musim kemarau atau musim hujan.

Saat ini gerakan menanam pohon menjadi salah satu ikhtiar untuk memperbaiki kondisi lingkungan semakin rusak.


"Buat saya, menanam pohon adalah langkah yang baik dan saya yakin hasilnya jauh lebih banyak positifnya," kata Kunto Aji, musisi yang ikut menanam pohon pada kegiatan Candi Sadar Lingkungan (Candi Darling) di situs purbakala Ratu Boko, kawasan di sebelah timur Kota Yogyakarta, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (13/11).

Terletak di Dusun Dawung, Desa Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), komplek situs purbakala Ratu Boko, pada Selasa ditanami ribuan aneka pepohonan.

Penghijauan juga dilakukan di Candi Ijo, sebuah kompleks percandian bercorak Hindu - berjarak 4 km arah tenggara dari Candi Ratu Boko, atau sekitar 18 kilometer di sebelah timur Kota Yogyakarta.

Sebanyak 2.350 pohon, masing-masing 1.350 pohon di komplek situs Ratu Boko dan 1.000 lainnya di Candi Ijo, ditanam oleh sebanyak 250 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Yogyakarta, seperti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Seni Indonesia (ISI), dan Universitas Atmajaya.

"Menurut saya aksi tanam pohon akan sangat bagus sekali karena di mana-mana cuaca lagi panas banget, sehingga penanaman pohon akan sangat membantu. Selain meneduhkan lingkungan juga membantu penghijauan," ujar Kunto.

Karena itulah saat dihubungi untuk ikut dalam aksi penanaman pohon di situs purbakala Ratu Boko, Kunto langsung mengiyakannya

Dalam kegiatan itu, ragam pohon yang ditanam adalah jenis bugenvil, tanjung, merak, soka, kepel, dan juga melati.

Menularkan kesadaran cinta lingkungan

Penyanyi bernama lengkap Kunto Aji Wibisono itu mengaku kegiatan penanaman pohon di situs purbakala dinilainya sebagai "sesuatu yang unik".

"Unik, karena sekaligus ada unsur penghijauan, merawat kawasan sejarah dan mempromosikan tempat wisata," kata Kunto.

Kunto lanjut mengatakan, selain aksi penanaman pohon, generasi muda juga harus mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Isu yang sedang kita lawan tentang pemanasan global, ada sampah plastik di mana-mana. Jadi langkahnya banyak sekali bukan hanya menanam pohon. Itu sangat bagus, tapi bisa juga dilakukan dengan mengurangi penggunaan sampah plastik, contohnya seperti membawa tumbler sendiri dari rumah dan lain-lain," katanya.

Kunto menyebut pesan-pesan pro-lingkungan juga tidak harus lewat lagu, tetapi bisa dilakukan melalui aksi langsung, sehingga bisa dicontoh langsung oleh penggemarnya yang sebagian besar dari kaum millennial dan generasi Z.

"Karena millennial dan generasi z itu teknik untuk penyampaiannya tidak bisa secara direct. Dengan melakukan hal seperti menanam pohon misalnya, itu malah akan membangun mindset mereka untuk mengikuti," tambahnya.

Bagi Tri Hartini, Ketua Unit Kerja Situs Ratu Boko dan Candi Ijo Balai Pelestarian Budaya DIY, penanaman pohon adalah wujud nyata merawat situs-situs sejarah dan cagar budaya, yang berdampak positif bagi generasi muda dan masyarakat luas.

Selain mempercantik wilayah situs Ratu Boko dan Candi Ijo, aksi itu bisa mendorong generasi muda semakin mencintai lingkungan.

"Sekaligus mempelajari warisan situs sejarah yang ada di Indonesia," katanya.

Kompleks situs purbakala Ratu Boko sendiri adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Sebagai kawasan wisata, menurut General Manager BUMN PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Ratu Boko, Wiharjanto, fenonema sunset di Ratu Boko kini terus diburu wisatawan nusantara dan mancanegara.

Ia memaparkan data total kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Ratu Boko sepanjang tahun lalu sebanyak 306.338 orang, dan sebagian besar didominasi kaum millennial. (ard/ard)