Cegah Kerusakan Alam, Pantai di Italia Terapkan Tiket Masuk

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 13:13 WIB
Cegah Kerusakan Alam, Pantai di Italia Terapkan Tiket Masuk Pantai La Pelosa. (iStock/Diego Fiore)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasir yang putih, air yang jernih kebiruan, dan pemandangan yang fotogenik membuat Pantai La Pelosa di Sardinia menjadi salah satu pantai yang populer di pesisir Italia.

Tapi pekan ini, dalam upaya untuk melestarikan pantai, Dewan Kota Stintino telah mengumumkan pembatasan jumlah pengunjung dan sistem tiket.

Dewan Kota Stintino telah sepakat untuk membatasi jumlah pengunjung selama musim panas hingga 1.500 orang dewasa setiap hari. Anak-anak tidak akan dihitung.


Walikota Stintino, Antonio Diana, yang mengumumkan aturan baru itu, mengatakan kepada CNN Travel pada musim panas kemarin ada sebanyak 6.000 orang di pantai per harinya.


"Kami membatasi jumlah pengunjung karena yang datang terlalu banyak," katanya.

"Kita perlu melindungi pantai ini sehingga kita bisa menjamin kelestariannya hingga 500 tahun ke depan.

"Ini adalah pantai paling populer di Sardinia - semua orang ingin datang ke sini. Enam ribu orang bukan jumlah yang aman untuk kelestarian alam."

Sebelum mengambil keputusan, dewan kota melakukan penelitian mengenai jumlah pengunjung yang aman demi menghindari pantai dari kerusakan.

Dewan Kota Stintino belum mengkonfirmasi lebih lanjut mengenai sistem tiket - kemungkinan menggunakan aplikasi, kata walikota.


"Kami tidak tahu berapa harga tiket yang akan ditetapkan, tetapi kami pikir harganya sekitar 4 euro (sekitar US$ 4.40 atau Rp62 ribu) per hari," katanya.

"Kami memiliki slogan: 'La Pelosa una volta ma per tutti,' untuk semua orang namun satu kali saja. Anda tidak bisa datang ke sini setiap hari selama liburan Anda."

Langkah ini telah diumumkan sebagai "proyek eksperimental," tetapi Diana mengatakan bahwa itu akan menjadi investasi pelestarian alam jangka panjang.

"Ini aturan yang 'eksperimental' karena kami perlu mengerjakan perinciannya tetapi ini adalah proyek yang perlu dilakukan hingga bertahun-tahun ke depan," katanya.


[Gambas:Video CNN]

(vvn/ard)