Ekowisata Bersama Kawanan Penyu di TN Meru Betiri

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 20:02 WIB
Ekowisata Bersama Kawanan Penyu di TN Meru Betiri Suasana pengamatan Penyu Belimbing di Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur. (Dok. Kemenparekraf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Taman Nasional Meru Betiri yang berada di Jawa Timur, selama ini menjadi habitat Penyu Belimbing.

Kawanan Penyu Belimbing biasanya mampir untuk bertelur di Pantai Sukamade.

Tak hanya Penyu Belimbing, Taman Nasional Meru Betiri yang secara administratif berada di dua kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember, juga menjadi rumah bagi 449 jenis flora dan 325 fauna.



Beragamnya flora dan fauna serta keberadaan hutan dan pantai menjadikan Taman Nasional Meru Betiri salah satu pilihan lokasi wisata berbasis lingkungan alias ekowisata di Indonesia.

Setiap tahunnya, ada kegiatan melihat kawanan Penyu Belimbing bertelur di pesisir Pantai Sukamade.

Selain Penyu Belimbing, pesisir pantai ini juga kerap menjadi tempat berkembang biak Penyu Sisik, Penyu Hijau, dan Penyu Ridel/Lekang.

"Biasanya penyu bertelur itu mulai dari pukul 19.00 WIB sampai subuh. Mereka memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga jam mulai dari membuat lubang hingga kembali lagi ke laut," kata Puji, salah seorang petugas di Resort Sukamade, seperti yang dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada Jumat (15/11).

Ekowisata Bersama Penyu Belimbing di TN Meru BetiriPenyu Belimbing yang berlabung di Pantai Sukamade, Taman Nasional Meru Betiri. (Dok. Kemenparekraf)

Puji menjelaskan proses bertelur penyu-penyu di sana sangat alami. Sehingga tidak setiap saat penyu-penyu itu singgah ke Pantai Sukamade. Jika beruntung, wisatawan bisa melihat aktivitas penyu bertelur di pesisir pantai.

"Wisatawan boleh melihat penyu yang bertelur dengan beberapa syarat seperti tidak boleh berisik, tidak menyalakan cahaya seperti senter. Serta menjaga jarak dengan penyu yang sedang ingin bertelur tidak boleh di depan penyu. Tapi karena ini berlangsung alami maka bisa saja satu malam tidak ada penyu yang naik untuk bertelur," katanya.


Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan ekowisata adalah kegiatan yang paling baik dalam menerapkan konsep sustainable tourism development (wisata berkelanjutan) sekaligus menyasar high-end tourist alias turis berduit.

Hal ini dikarenakan pengembangan ekowisata tidak sama dengan mass tourism (wisata masif) yang hanya mengejar kuantitas kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), melainkan lebih fokus mengincar wisman berkualitas.

"Kita mencoba mengangkat semua potensi yang ada. Untuk itu, kami memperkuat jejaring antar tour operator ekowisata nasional dan internasional agar bersama-sama mengemas paket wisata yang menarik buat pasar masing-masing negara," ujar Ni Wayan Giri Adnyani.

Ekowisata Bersama Penyu Belimbing di TN Meru BetiriTelur-telur penyu di Pantai Sukamade. (Dok. Kemenparekraf)

Kawasan Taman Nasional Meru Betiri dapat dicapai melalui empat jalur jalan darat, baik dari Jember maupun Banyuwangi.

Untuk mengunjungi taman nasional ini, sebaiknya datang saat musim kemarau, karena jalur menuju tempat ini sangat rentan terhadap banjir saat musim hujan.

Kendaraan yang digunakan juga membuat pengalaman wisatawan lebih mengesankan. Yakni mobil dengan penggerak empat roda, mengingat kondisi jalan yang bebatuan, berlumpur, dan melewati beberapa sungai.

Sebelum menuju ke Pantai Sukamade, pengunjung akan melewati dua pantai yang cukup terkenal.

Yaitu Pantai Rajegwesi yang dikenal dengan karangnya yang indah serta Teluk Ijo, sebuah teluk yang memiliki warna biru kehijau-hijauan.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)