Gajah-gajah di Angkor Wat Bakal Pensiun Tahun Depan

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 18:46 WIB
Gajah-gajah di Angkor Wat Bakal Pensiun Tahun Depan Kuil Angkor Wat. (baluda/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamboja akan melarang atraksi menunggangi gajah di area kuil suci dan legendaris Angkor Wat mulai awal tahun depan.

Kuil Angkor Wat di utara Siem Reap menjadi objek wisata populer di Kamboja. Sepanjang tahun lalu sebanyak 6 juta orang turis tercatat berkunjung ke sana. Sebagian besar menunggangi gajah untuk berkeliling komplek.

Tetapi atraksi wisata ini "akan berakhir pada tahun 2020", kata Long Kosal, juru bicara Apsara Authority, pihak yang mengelola taman itu.



"Menggunakan gajah untuk bisnis sudah tidak layak lagi," katanya kepada AFP seperti yang dikutip pada Jumat (15/11), seraya menambahkan bahwa beberapa hewan itu "sudah berusia tua".

Sejauh ini, lima dari 14 gajah yang "bekerja" di Angkor Wat telah dipindahkan ke hutan komunitas yang berjarak sekitar 40 kilometer dari kuil.

"Mereka akan menjalani kehidupan alami mereka di sana," kata Kosal.

Perusahaan yang memiliki gajah akan terus merawat mereka, tambahnya.


Kamboja telah lama mendapat kecaman dari kelompok pembela hak hewan, karena menunggangi gajah dijual sebagai atraksi wisata di banyak tempat.

Atraksi wisata menunggang gajah juga ramai ditawarkan di negara tetangga Kamboja, seperti Thailand, Vietnam dan Laos.

Kelompok pembela hak hewan mengatakan kalau kawanan gajah dieksploitasi selama latihan dan bekerja, sehingga mereka bisa patuh kepada majikannya.

Pada tahun 2016 ramai diberitakan bahwa seekor gajah betina tewas di pinggir jalan, setelah membawa wisatawan di sekitar kompleks kuil Angkor Wat yang saat itu bercuaca sangat panas.

Hewan itu telah bekerja sekitar 45 menit sebelum ia pingsan.


[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)