Yang Perlu Diketahui Turis Soal Banjir di Venesia

CNN Indonesia | Jumat, 15/11/2019 17:31 WIB
Yang Perlu Diketahui Turis Soal Banjir di Venesia Pemandangan banjir di Venesia, Italia, pada Selasa (12/11). (AP Photo/Luca Bruno)
Jakarta, CNN Indonesia -- Foto dan video mengenai banjir di Venesia, Italia, pada pekan ini membuat dunia geger. Banjir di kota wisata romantis yang dikenal dengan pemandangan kanalnya itu disebut yang tertinggi selama 50 tahun terakhir.

Akhir tahun hingga pertengahan tahun depan biasanya menjadi musim liburan di Venesia. Banyak turis dari berbagai belahan dunia yang datang untuk merayakan Natal atau Tahun Baru di sana. Banjir yang diakibatkan pemanasan global dan buruknya sistem pengairan kota itu tentu saja membuyarkan impian tersebut.

Dikutip dari The Sun pada Jumat (15/11), objek wisata populer di Venesia, seperti St Paul's Basilica hingga hari ini masih terendam banjir dan ditutup untuk umum. 


Museum-museum populer, seperti Ca' Pesaro, Gothic Palazzo Fortuny, dan Ca' Rezzonico, juga sudah ditutup.


Begitu juga dengan alun-alun St Mark yang terendam air setinggi satu meter.

Bukan cuma menyebalkan bagi turis, banjir yang melanda 85 persen Venesia juga bakal berdampak buruk untuk kelestarian bangunan dan patung antik yang tersebar di sudut kota.

Gubernur Venesia Luca Zaia mengatakan kalau seluruh area di Venesia kini sudah terendam air minimal setinggi dengkul orang dewasa. Air dikhawatirkan bakal meninggi jika hujan lebat turun.

Alun-alun St. Mark dalam banjir Venesia pekan ini. (AP Photo/Luca Bruno)

Turis asal Inggris, yang biasanya berdatangan ke Venesia untuk "kabur" dari musim dingin, dikabarkan banyak yang membatalkan kedatangannya, terutama setelah beredarnya foto-foto turis yang sedang mengangkat koper dalam banjir.

Sejak terjadi pada awal pekan ini, sampai sekarang objek wisata, kafe, dan restoran di Venesia masih tutup pintu akibat banjir yang telah menewaskan satu orang akibat tersetrum listrik.

Beberapa objek wisata yang jauh dari banjir, seperti Ducal Palace, masih buka. Namun suasananya sepi karena tak banyak turis yang betah kongko sambil berbasah-basahan.


Walau banyak turis yang pulang cepat dan membatalkan kedatangannya, penerbangan dari dan ke Venesia masih beroperasi dengan normal meski terjadi sejumlah penundaan.

Angkutan umum di Venesia juga masih beroperasi, begitu juga dengan perahu angkut Vaporetto.

Saat ini pemerintah kota Venesia menetapkan status darurat banjir. Bagi turis yang ingin membatalkan pemesanannya, silakan menghubungi pihak hotel atau maskapai terkait status darurat tersebut.

Turis yang ingin berwisata ke Venesia pada tahun depan perlu waspada dengan banjir yang disebut 'acqua alta' ini.

Acqua alta merupakan fenomena naiknya air laut yang menyebabkan gelombang tinggi dari Laut Adriatik menyapu ke daratan terdekatnya, salah satunya Venesia.

Gelombang laut ini biasanya terjadi empat tahun sekali, seringkali saat musim dingin.

Gelombang biasanya menyebabkan banjir selama beberapa jam. Namun saluran air yang buruk serta pemanasan global yang membuat air laut naik bisa membuat banjir lebih sering terjadi.

Perlu diketahui pula kalau usai banjir kota Venesia bakal kotor karena sampah berserakan di mana-mana.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)