Serangan Nyamuk Lebih Mematikan Dibandingkan Serangan Hiu

CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 19:10 WIB
Serangan Nyamuk Lebih Mematikan Dibandingkan Serangan Hiu Ilustrasi. (Istockphoto/Peter_Nile)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kawanan hiu tidak akan mendekati manusia jika tak diganggu. Namun serangan hiu yang terjadi belakangan ini seakan mendatangkan mendung bagi pelaku wisata bahari.

Museum Florida di Amerika Serikat selama ini mencatat kasus serangan hiu di dunia. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa terjadi peningkatan jumlah kasus serangan hiu sejak tahun 1980 hingga tahun 1990, dari yang sebanyak 226 kasus menjadi 500 kasus.

Jumlah kasus serangan hiu meningkat pada tahun 2000 hingga tahun 2009, yakni sebanyak 691 kasus.



Yang sedikit melegakan, jumlah kasus serangan hiu yang mematikan mulai berkurang. Sehingga jika masih ada serangan hiu, kemungkinan besar korbannya masih masih dapat bertahan hidup.

Data jumlah kasus tersebut sebenarnya menunjukkan kalau manusia bisa bertahan dalam kasus serangan hiu.

Kalau masih merasa paranoid saat wisata bahari, pengamat pariwisata Llyod Figgins mengatakan bahwa serangan hiu bukanlah penyebab kematian utama bagi turis.

"Selfie di tempat berbahaya bahkan sepuluh kali lebih berbahaya dari serangan hiu. Jika membandingkan serangan hiu dengan serangan binatang lain, nyamuk malah lebih mematikan. Tercatat ada 400 ribu jumlah kematian turis akibat nyamuk. Bahkan kasus serangan sapi yang mematikan juga lebih banyak dari hiu, yakni 22 kasus," kata Figgins seperti yang dikutip dari Lonely Planet pada Senin (18/11).

Ada banyak cara untuk menghindari diri dari serangan hiu saat wisata bahari.

Cara yang pertama, usahakan menyelam dalam kelompok dengan banyak orang. Berenanglah mendekat satu sama lain.

Pasalnya, hiu bakal menyerang "musuhnya" yang terlihat sendirian.


Kedua, hindari menyelam saat air laut sedang keruh, dekat tempat memancing, dan menjelang malam.

Perhatikan petunjuk pemandu selam. Kalau belum berpengalaman, sebaiknya jangan menyelam terlalu jauh dari pesisir.

Ketiga, menyelamlah dalam keadaan sehat dan tidak ada luka di tubuh, karena hiu bisa mencium darah dari jarak jauh.

Area sensitif pada hiu adalah mata dan hidung. Saat diserang hiu, korban harus proaktif dan agresif untuk melawan hiu dengan cara menonjol dua area tersebut demi memperlambat kecepatan hiu mengejar korban.

Hiu memang bisa menyerang manusia, namun manusia bisa menyelamatkan diri. Kondisi yang terjadi saat ini ialah manusia menjadi faktor utama kepunahan hiu, tapi hiu tidak bisa menyelamatkan populasinya tanpa bantuan manusia.


[Gambas:Video CNN]

(vvn/ard)