Kondisi Orang yang Perlu Pasang Ring Jantung

tim, CNN Indonesia | Selasa, 26/11/2019 13:08 WIB
Kondisi Orang yang Perlu Pasang Ring Jantung Menkes Terawan meminta rumah sakit untuk mengurangi prosedur pemasangan ring. Berikut kondisi yang bisa mengharuskan pasang ring.(Istockphoto/AaronAmat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meminta rumah sakit untuk mengurangi prosedur pemasangan ring jantung jika belum sesuai dengan diagnosis. Menurut Terawan, rumah sakit kerap memberi rekomendasi pemasangan ring dan membuat biaya BPJS Kesehatan membengkak.

Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menjelaskan terdapat sejumlah kondisi jantung yang perlu pemasangan ring atau stent.

"Pemasangan ring harus melalui indikasi dan pemeriksaan tertentu oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Tidak bisa berdasarkan rekomendasi dokter atau rumah sakit saja atau permintaan pasien," kata Ketua Departemen Informasi Komunikasi dan Pengabdian Masyarakat PP PERKI dokter Sony Hilal kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/11).


Sony menyebut terdapat dua indikasi kondisi yang memerlukan pemasangan ring jantung.


Pertama, pasien yang memiliki serangan jantung akut. Kondisi ini membuat pasien berada dalam gawat darurat sehingga harus segera dipasangi ring jantung untuk mengurangi gejala dan kesakitan.

Kondisi ini meliputi serangan jantung mendadak dengan gambaran rekaman aktivitas jantung atau elektrokardiogram (EKG) dengan ST Elevasi. Ada pula kondisi serangan jantung mendadak tanpa gambaran EKG ST elevasi, tapi memiliki kenaikan enzim troponin.

Kedua, ring jantung juga perlu dipasang pada pasien dengan kondisi jantung yang memiliki iskemia atau kekurangan suplai oksigen. Kondisi ini dibuktikan dengan sejumlah pemeriksaan. Umumnya, pasien ini sudah memiliki penyakit arteri koroner dengan penyempitan pembuluh darah.

"Ini merupakan dua kelompok besar yang memerlukan indikasi pemasangan ring. Kalau tidak dipasang, dapat mengancam jiwa," ucap Sony yang praktik di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

Menurut Sony, pemasangan ring jantung pada kondisi tersebut dapat mencegah kematian dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Keluhan berupa nyeri dada dapat menurun sehingga pasien dapat lebih produktif.


Untuk mengurangi pemasangan ring jantung pada masyarakat, Sony menyebut masyarakat harus menjaga kesehatan jantung. Kesehatan jantung dapat dijaga dengan gaya hidup sehat seperti makanan seimbang, berolahraga, dan tidak merokok. Menjaga kolesterol dan tekanan darah juga dapat mencegah penyakit jantung. (ptj/chs)