Rencana Menkes Terawan 'Jual' Jamu dan Pijat untuk Turis

tim, CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 06:54 WIB
Rencana Menkes Terawan 'Jual' Jamu dan Pijat untuk Turis Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengembangkan pijat menjadi wisata kesehatan lewat pijat dan jamu untuk menggaet turis asing.(CNN Indonesia/Fajrian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengembangkan pijat menjadi wisata kesehatan untuk menggaet turis asing. Terawan baru saja meluncurkan wisata kebugaran dan jamu, yang merupakan satu dari empat wisata kesehatan yang jadi prioritas.

Terawan menjelaskan wisata kebugaran adalah wisata yang bisa menikmati suasana nyaman dan bugar seperti pijat, spa, wellness center. Jamu juga termasuk dalam wisata kebugaran karena merupakan ramuan herbal tradisional yang dapat meningkatkan kesehatan, melindungi diri dari penyakit, dan alternatif pengobatan.

Wisata kebugaran dan jamu diluncurkan pertama kali karena dinilai memiliki prospek kesehatan, budaya, dan ekonomi tinggi.


"Penetapan Wisata Kebugaran dan Jamu menjadi prioritas ini merupakan keputusan yang tepat, selain mempunyai nilai jual yang tinggi, Indonesia menawarkan tindakan promotif dan preventif," kata Terawan, dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (20/10).

Kemenkes sudah membentuk Tim Gugus Tugas Pelaksanaan Pengembangan Wisata Kesehatan untuk menjalankan program ini bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tim itu terdiri dari lintas kementerian atau lembaga, pelaku bisnis, akademisi, pelayanan kesehatan swasta, produsen jamu, dan pengobatan tradisional.

Proyek percontohan untuk wisata pijat dan jamu ini dikembangkan di wilayah Joglosemar (Yogyakarta, Solo, Semarang), Bali dan DKI Jakarta.


Kemenkes juga sudah menerbitkan Katalog Wisata Kesehatan yang berisi informasi kesediaan fasilitas layanan kesehatan unggulan di daerah wisata prioritas bagi wisatawan.

"Dalam buku Katalog Wisata Kesehatan menginformasikan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan rumah sakit, fasilitas kesehatan tradisional unggulan jamu dan herbal, wisata kebugaran,  peluang lain seperti wisata kesehatan olahraga, dan wisata ilmiah kesehatan," tutur Terawan.

Berdasarkan Konsep dan Peta Jalan Pengembangan Wisata Kesehatan terdapat empat klaster wisata kesehatan yaitu wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan, dan wisata ilmiah kesehatan.


Wisata kesehatan dianggap memiliki prospek yang cemerlang. Survei Global Buyers Survey pada 2017 menunjukkan terdapat sekitar 11 juta wisatawan atau sekitar empat persen dari total penduduk dunia melakukan perjalanan wisata dengan tujuan wisata medis.

Sedangkan menurut Global Wellness Economy Monitor January pada 2017, jumlah perjalanan  pariwisata kebugaran sebanyak 691 juta. Jumlah ini meningkat 104,4 juta dibandingkan tahun sebelumnya.  (ptj/chs)