Penggunaan Vaksin Sebabkan Infeksi Polio di Afrika

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 26/11/2019 04:32 WIB
Penggunaan Vaksin Sebabkan Infeksi Polio di Afrika Ilustrasi. Empat negara di Afrika melaporkan kasus polio terbaru yang disebabkan oleh vaksin polio oral. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Alih-alih mencegah, vaksin polio kini disebut-sebut sebagai 'biang kerok' penularan polio. Empat negara di Afrika melaporkan kasus polio terbaru yang disebabkan oleh vaksin polio oral.

Melansir Associated Press, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sembilan kasus polio yang disebabkan oleh vaksin oral dalam sebuah laporan yang diterbitkan akhir pekan kemarin. Polio yang disebabkan vaksin mulai menjangkiti warga Nigeria, Kongo, Republik Afrika Tengah, dan Angola.

Sebagaimana diketahui, vaksin polio oral merupakan virus polio yang telah dilemahkan. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, virus dalam vaksin polio oral dapat bermutasi menjadi bentuk baru yang dapat menyebabkan penyakit.

Semua kasus polio yang disebabkan oleh vaksin saat ini dipicu oleh virus Tipe 2 yang terkandung dalam vaksin. Mengutip situs WHO, virus ini diketahui telah diberantas pada 2015 lalu dengan kasus terakhir yang terdeteksi pada 1999.

Dewan Pengawas Independen-yang dibentuk WHO untuk memberantas polio-mengingatkan dalam sebuah laporan bahwa virus polio yang diturunkan dari vaksin menyebar tidak terkendali di Afrika Barat. Hal ini menjadi tantangan baru untuk proses pemberantasan polio.

Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Virus dapat menyerang sistem saraf pusat hingga mengakibatkan kelumpuhan pada otot, baik yang bersifat sementara maupun permanen.

Polio umumnya menyerang anak di bawah usia lima tahun. Sekitar 1 dari 200 infeksi mengakibatkan kelumpuhan. Beberapa di antaranya bahkan berujung kematian akibat otot-otot pernapasan yang lumpuh.

Untuk memberantas polio, lebih dari 95 persen populasi dunia harus mendapatkan vaksin. WHO telah lama mengandalkan vaksin polio oral lantaran harga yang terjangkau dan dapat dengan mudah diberikan kepada anak. Setiap anak umumnya akan mendapatkan dosis sebanyak dua tetes vaksin.

Sementara negara-negara Barat telah menggunakan vaksin polio suntik yang lebih mahal. Vaksin ini mengandung virus yang telah dinonaktifkan dan dipastikan tak dapat menyebabkan polio.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)