Penata Rambut Pribadi Bongkar Kepribadian Asli Melania Trump

tim, CNN Indonesia | Kamis, 28/11/2019 19:30 WIB
Penata Rambut Pribadi Bongkar Kepribadian Asli Melania Trump Penata Rambut Pribadi Bongkar Kepribadian Asli Melania Trump(AFP PHOTO / TIMOTHY A. CLARY)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sosok Melania Trump memang dikenal kontroversial. Mantan model yang kini menjadi First Lady Amerika Serikat mendampingi suaminya, Donald Trump ini kerap dihujani kritik dan caci maki dari berbagai hal, bahkan sampai caranya berbusana.

Padahal sebenarnya Melania sendiri cenderung tak pernah menanggapi balik semua hujatan yang dialamatkan kepadanya. Dia cenderung diam. Namun dia pernah mengungkapkan kesedihan dan kegundahan dirinya saat wawancara khusus beberapa waktu lalu.

Melania selama ini dikenal sebagai sosok Ibu Negara yang tertutup dan pendiam.


Namun penata rambut pribadinya mengungkapkan hal yang berbeda. Mordechai Alvow, penata rambut yang sudah bekerja dengan Melania selama 13 tahun ini mengungkapkan bahwa Melania adalah sosok yang luar biasa, penuh cinta, menyenangkan, dan hebat.


Alvow menilai Melania bersikap berbeda ketika berada di sorotan publik.

"Saya berharap kepribadian aslinya akan sedikit terungkap. Saya pikir dia lebih menahan diri ketika dia ada di pemberitaan. Dia lebih terbuka, lembut, ceria, dan baik saat tak ada kamera yang mengintai."

Alvow mengaku pertama kali bertemu Melania ketika Vogue Jepang mengirimnya ke Mar-a-Lago, kediaman Trump di Florida untuk menata rambut sang mantan model untuk bridal spread tahun 2005.

"Dia sangat terkesan dengan cara saya menata rambutnya, dan bertanya apakah dia bisa menghubungi saya dalam keperluan sehari-hari. Saya berkata 'iya'" tuturnya dalam wawancara bersama refinery29 tahun 2018.

"Fakta bahwa kami sudah saling mengenal jauh sebelum ia menjadi Ibu Negara membuat adanya kenyamanan dan kepercayaan."


Sejak pertemuan pertama mereka, Alvow tak hanya menjadi penata rias namun juga orang kepercayaan Melania. Ia mengatakan bahwa dirinya dan Melania sering berbincang soal rambut, fashion, rutinitas olahraga, spiritual, hingga makanan. Bahkan ada kalanya pembicaraan mengarah ke hal-hal berbau politik.

"Saya tidak mendorong pembicaraan ke arah sana, karena aku tahu di kepalanya ia memikirkan banyak hal sehingga saya tak ingin memaksakan apapun," tutupnya. (aul/chs)