Menengok Budaya Kuliner Daging Anjing di Empat Negara

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 18:07 WIB
Menengok Budaya Kuliner Daging Anjing di Empat Negara Ilustrasi. Secara historis, kebiasaan mengonsumsi daging anjing telah tercatat di berbagai penjuru dunia dan menjadi bagian dari tradisi. (Pixabay/Chiemsee2016)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sajian olahan daging anjing kembali menjadi polemik di Solo, Jawa Tengah. Peminat yang semakin meningkat menimbulkan kekhawatiran di berbagai pihak.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau warga Solo Raya untuk menyetop kebiasaan mengonsumsi daging anjing. Risiko penularan rabies menjadi salah satu alasannya.

Olahan daging anjing telah mengakar di lidah warga Solo Raya sejak lama. Kedatangan Belanda di Tanah Air ditengarai sebagai awal mulanya.


Sejarawan Kota Solo, Heri Priyatmoko mengatakan, kegandrungan warga Solo terhadap anjing dibawa oleh Belanda. Kegandrungan itu kemudian ditradisikan sebagai makanan oleh pendatang Tionghoa dan dijadikan usaha oleh warga Solo abangan-nonmuslim.

Daging anjing kemudian diolah dengan paduan bumbu rica-rica atau disajikan dalam bentuk satai. Belakangan, daging anjing bahkan menjadi pelengkap sepiring nasi goreng.

Selain Solo, kuliner daging anjing juga dikenal di berbagai penjuru Nusantara lainnya seperti Nusa Tenggara Timur, Sumatra Utara, Sulawesi Utara, hingga Bali.

Secara historis, kebiasaan manusia mengonsumsi daging anjing telah tercatat di banyak bagian dunia. Beberapa budaya memandang konsumsi daging sebagai bagian dari tradisi.

Berikut empat negara yang dikenal dengan budaya konsumsi daging anjing, mengutip berbagai sumber.

1. Vietnam
Tak ubahnya Solo, kebiasaan mengonsumsi daging anjing begitu lekat dengan masyarakat Vietnam.

Daging umumnya diolah dalam bentuk sup atau satai. Mengutip Ranker, diperkirakan sebanyak lima juta anjing dikonsumsi di Vietnam pada setiap tahunnya.

Masyarakat Vietnam percaya bahwa daging anjing sehat untuk dikonsumsi dan dapat dijadikan 'obat' untuk menyembuhkan beragam penyakit.

Mengutip Deutsche Welle, restoran yang menyajikan daging anjing di Vietnam umumnya ramai dikunjungi pada akhir bulan. Wajar saja, beberapa masyarakat Vietnam juga percaya bahwa mengonsumsi daging anjing pada akhir bulan ampuh untuk menyingkirkan nasib buruk.

2. China
Kebiasaan makan daging anjing telah mengakar di China sejak ribuan tahun yang lalu. Mengutip Fox News, sekitar 10-20 juta anjing dikonsumsi setiap tahunnya di China. Angka yang tinggi ini membuat China menjadi negara konsumen daging anjing terbesar di dunia.

Salah satu daerah di China bahkan menggelar festival daging anjing setiap tahunnya. Lychee and Dog Meat Festival yang digelar di Yulin, Guangxhi, selalu menarik perhatian banyak orang sejak pertama kali diselenggarakan pada 2006 lalu.

Setiap tahun, sekitar 10 ribu anjing dikonsumsi dalam festival tersebut. Anjing disajikan dalam bentuk barbeku, semur, dan kari.

Daging anjing memiliki sejarah panjang dalam cita rasa kuliner China. Konon, daging anjing telah menjadi sumber makanan utama di beberapa daerah di China sejak 500 SM.

Daging anjing dianggap pas jika dikonsumsi saat cuaca dingin karena dapat memberikan kehangatan untuk tubuh.

3. Korea Selatan
Tak sembarang anjing dijadikan daging konsumsi di Korea Selatan. Adalah neurongi, anjing berbulu cokelat kekuningan yang kerap dijadikan santapan masyarakat Korsel.

Daging anjing neurongi dipercaya sehat. Sebuah penelitian menunjukkan, 83 persen warga Negeri Ginseng pernah memakan daging anjing selama hidup mereka. Diperkirakan, sebanyak 2-2,5 juta anjing dikonsumsi setiap tahun.

Korsel mengenal kuliner daging anjing dengan sebutan 'gaegogi'. Kuliner ini memiliki sejarah panjang yang ditengarai berawal dari masa Tiga Kerajaan Korea (Baekje, Silla, dan Gogueyeo) pada abad pertama Masehi.

Namun, kini daging anjing tak begitu populer di Negeri Ginseng. Praktik ini tak disukai oleh generasi muda yang lebih senang menjadikan anjing sebagai hewan peliharaan daripada santapan.

4. Nigeria
Daging anjing adalah makanan umum di negara Afrika Barat ini. Daging dipercaya dapat menambah sistem kekebalan tubuh untuk menangkal serangan penyakit.

Suya, adalah nama sajiannya. Suya merupakan daging anjing yang dibakar. Suya dipercaya melindungi warga dari wabah Ebpola.

Selain itu, masyarakat Nigeria juga percaya bahwa konsumsi daging anjing dapat meningkatkan kehidupan seks.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)