Studi: Kalimat Bisa Buat Anak Jadi Pintar Matematika

Tim, CNN Indonesia | Senin, 23/12/2019 18:27 WIB
Studi: Kalimat Bisa Buat Anak Jadi Pintar Matematika Ilustrasi. Kalimat positif dan optimistis yang diucapkan dapat meningkatkan kemampuan anak menyelesaikan soal matematika. (dok. geralt/pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mengajak anak untuk berbicara positif kepada diri sendiri disebut dapat meningkatkan kemampuan anak, terutama dalam bidang matematika.

Hal itu disampaikan dalam sebuah studi anyar yang dipublikasikan di jurnal Child Development. Kalimat seperti 'saya akan melakukan yang terbaik' yang diucapkan sebelum dan saat ujian matematika berlangsung dapat meningkatkan nilai ujian anak.

"Studi kami menemukan bahwa kinerja matematika pada anak-anak dengan rasa percaya diri yang rendah, terbantu ketika mereka mengatakan bahwa mereka akan berusaha pada diri mereka sendiri," kata peneliti Eddie Brummelman dari University of Amsterdam, dikutip dari CNN.

Hasil studi ini didapat setelah peneliti menganalisis 212 anak usia 9-13 tahun.

Awalnya, peneliti menanyakan pada anak-anak mengenai kemampuan mereka dalam matematika. Sepekan berselang anak-anak mengikuti ujian matematika.

Setelah itu, peneliti meminta anak-anak untuk berbicara pada diri mereka sendiri yang fokus pada usaha seperti 'saya akan melakukan yang terbaik', lalu fokus pada kemampuan seperti 'saya sangat baik dalam hal ini, dan sebagian anak tidak berbicara apa-apa pada diri mereka.

Peneliti kembali menguji matematika anak-anak tersebut.

Hasilnya, peneliti mendapati anak-anak yang mengatakan 'saya akan melakukan yang terbaik' atau fokus pada usaha, memiliki skor matematika yang lebih baik.

Berbicara positif pada diri sendiri bermanfaat bagi anak-anak yang memiliki pandangan negatif terhadap matematika.

Sedangkan anak yang mengatakan 'saya sangat baik dalam hal ini', tidak menunjukkan perbaikan skor.

"Orang tua dan guru disarankan untuk mendorong anak-anak mengulangi pernyataan diri positif pada saat-saat yang penuh tekanan, seperti ketika mereka mengikuti tes akademik," kata ketua peneliti profesor psikologi Sander Thomaes.

[Gambas:Video CNN]


(ptj/asr)