Studi Temukan Terapi Gen Efektif Obati Penyakit Ginjal
CNN Indonesia
Jumat, 03 Jan 2020 15:13 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengobatan penyakit ginjal melalui terapi gen mulai menunjukkan titik terang. Hasil penelitian terbaru mendapati terapi gen untuk mengobati penyakit ginjal membuahkan hasil.
Hasil studi yang dilakukan oleh tim peneliti Mayo Clinic ini baru saja baru saja dipublikasikan di jurnal Human Gene Therapy.
Peneliti melakukan percobaan terapi gen dengan pendekatan tiga vektor yang disuntikkan langsung ke ginjal tikus.
Peneliti memberikan tiga vektor pengiriman gen itu dengan ukuran yang berbeda melalui rute intravena yakni vektor adeno-related virus (AAV) kecil berukuran 25 nm, vektor adenovirus yang lebih besar 100 nm, dan vektor lentiviral 120 nm.
Potensi untuk injeksi langsung ini membuka kemungkinan baru untuk mengobati penyakit ginjal dengan terapi gen. Hasil ini membuat pengiriman gen terapeutik ke ginjal lebih efisien.
Kendati demikian, peneliti menyatakan hasil ini tetap memerlukan perbaikan tambahan.
"Tim Mayo Clinic telah melakukan perbandingan dari teknologi terapi gen yang tersedia saat ini, untuk mengidentifikasi mana yang paling baik digunakan untuk mengatasi kelompok penyakit ginjal ini," kata pengamat dari University of Massachusetts Medical School, Terence R. Flotte, dikutip dari Eureka Alert.
[Gambas:Video CNN]
(ptj/asr)
Hasil studi yang dilakukan oleh tim peneliti Mayo Clinic ini baru saja baru saja dipublikasikan di jurnal Human Gene Therapy.
Peneliti melakukan percobaan terapi gen dengan pendekatan tiga vektor yang disuntikkan langsung ke ginjal tikus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:9 Gejala Ketika Ginjal Mulai Bermasalah |
Potensi untuk injeksi langsung ini membuka kemungkinan baru untuk mengobati penyakit ginjal dengan terapi gen. Hasil ini membuat pengiriman gen terapeutik ke ginjal lebih efisien.
Kendati demikian, peneliti menyatakan hasil ini tetap memerlukan perbaikan tambahan.
"Tim Mayo Clinic telah melakukan perbandingan dari teknologi terapi gen yang tersedia saat ini, untuk mengidentifikasi mana yang paling baik digunakan untuk mengatasi kelompok penyakit ginjal ini," kata pengamat dari University of Massachusetts Medical School, Terence R. Flotte, dikutip dari Eureka Alert.
[Gambas:Video CNN]
(ptj/asr)