Wahana Watersport di Tanjung Benoa Terkendala Angin Kencang

CNN Indonesia | Rabu, 08/01/2020 15:04 WIB
Wahana Watersport di Tanjung Benoa Terkendala Angin Kencang Parasailing di Tanjung Benoa, Bali. (Istockphoto/Mickrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Turis yang berencana menikmati watersport di Tanjung Benoa wajib waspada dengan angin kencang yang sedang melanda pada pekan ini.

Saat ini, sejumlah operator wahana watersport di kawasan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Bali, memberlakukan buka-tutup akibat cuaca buruk tersebut.

"Dampaknya yang kami harus buka-tutup wahana permainan air dengan melihat situasi kondisi cuaca dan kecepatan angin. Tapi kami masih bisa operasional seperti biasa, hanya paling ditutup sementara selama 1-2 jam," ujar Ketua Gabungan Usaha Wisata Tirta (Gahawisri) Badung, Nyoman Wana Putra di Mangupura, seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (8/1).


Ia mengatakan kondisi buka tutup wahana wisata bahari tersebut telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Bahkan saat kondisi angin sangat kencang beberapa waktu yang lalu, sempat terjadi penutupan seluruh wahana permainan air selama sekitar enam jam.

Penutupan wahana permainan air tersebut, harus dilakukan untuk menjamin keselamatan para wisatawan karena angin yang terlalu kencang sangat beresiko terhadap wisata watersport.

Ia lanjut mengatakan, menghadapi kondisi cuaca tersebut para pengelola dan pengusaha wisata air terpaksa juga harus harus menolak wisatawan yang berkeinginan melakukan wisata bahari.

Agar wisatawan tidak kecewa, apabila kondisi cuaca dan angin masih memungkinkan mereka akan diarahkan untuk melakukan sejumlah permainan air yang lebih aman.

Namun, apabila cuaca memang tidak memungkinkan, untuk permainan khususnya parasailing dan flying fish yang memiliki risiko tinggi terhadap hembusan angin kencang, memang harus ditutup untuk sementara dari aktifitas wisatawan.

"Kami harus sampaikan bahwa cuaca tidak bisa melawan karena berisiko dan nyawa taruhannya. Mereka kami berikan pengertian dan akhirnya mereka mau untuk membatalkan rencananya atau ada juga yang menunggu kondisi cuaca membaik. Kalau pada waktu itu anginnya sangat kencang jadi mungkin baru bisa main besoknya," kata Nyoman Wana Putra.

Ia menjelaskan saat ini Gahawisri Badung menaungi sekitar 20 operator dan pengusaha watersport di kawasan Tanjung Benoa.

"Dan apabila ada aturan penutupan sementara wahana permainan air akibat dampak dari cuaca buruk, maka hal itu harus dipatuhi oleh seluruh seluruh operator," ujarnya.

Terkait kunjungan wisata bahari di kawasan Tanjung Benoa, Nyoman Wana Putra menjelaskan, pada musim liburan akhir tahun 2019 sempat terjadi kenaikan jumlah wisatawan sekitar 80 persen.

"Kalau awal tahun 2020 ini jumlah kunjungan mengalami sedikit penurunan yang menurut kami memang diakibatkan oleh kondisi cuaca," katanya.

(ANTARA/ard)