Studi: Susu Full Cream Diklaim Cegah Obesitas Anak

tim, CNN Indonesia | Senin, 13/01/2020 10:01 WIB
Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa anak-anak yang minum susu full cream bisa mengurangi risiko obesitas. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa anak-anak yang minum susu full cream bisa mengurangi risiko obesitas.(Istockphoto/kajakiki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada banyak jenis susu yang bisa ditemukan di pasaran. Dari susu sapi murni, full cream, kental manis, kedelai, kambing, bahkan susu rendah lemak.

Para wanita umumnya lebih memilih untuk menikmati susu rendah lemak ataupun susu kedelai. Apalagi kalau alasannya bukan soal lingkar perut.

Namun berbeda dengan dewasa, anak-anak, sebaiknya diberikan susu full cream atau whole milk. Mengapa?


Menurut riset terbaru dari Kanada, susu full cream terbukti bisa menurunkan 40 persen risiko obesitas di kemudian hari.



Melansir dari AFP, riset diinisiasi oleh St. Michael's Hospital dari Unity Health Toronto, Kanada. Tim melakukan tinjauan dan meta-analisis pada 28 studi dari tujuh negara mengenai hubungan kebiasaan minum susu pada anak dan risiko obesitas. Total terdapat lebih dari 20ribu anak yang dilibatkan dalam studi di usia 1-18 tahun.

Temuan dari riset menunjukkan 18 dari 28 riset menyebut anak yang minum susu full cream memiliki risiko lebih rendah mengalami overweight atau obesitas daripada anak yang minum susu rendah lemak. Peneliti menyimpulkan, risiko obesitas 40 persen lebih rendah dari peminum susu rendah lemak atau low fat.

Hasil temuan yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition ini berlawanan dengan petunjuk rekomendasi susu di Kanada dan dunia. Anak-anak direkomendasikan untuk minum susu rendah lemak daripada full cream demi menurunkan risiko obesitas di kemudian hari.

"Mayoritas anak-anak di Kanada dan AS mengonsumsi susu sapi sehari-hari dan ini asupan lemak harian terbesar buat mereka," ujar Jonathan Maguire, pemimpin studi mengutip dari Star2.

Dalam tinjauannya, Maguire mengatakan anak-anak yang mengikuti saran seperti ini ditemukan tidak memiliki tubuh yang lebih ramping daripada anak yang minum susu full cream. Dia pun berkata, langkah berikutnya adalah melakukan studi lanjutan untuk menemukan hubungan sebab-akibat antara susu full cream dan penurunan risiko obesitas.

"Semua penelitian yang kami lakukan adalah penelitian obervasional, artinya kami tidak dapat memastikan apakah susu murni menyebabkan risiko obesitas yang lebih rendah atau tidak. Ssu murni mungkin saja berhubungan dengan faktor lain yang menurunkan risiko tersebut," katanya.

"Penelitian terkontrol dan random akan membantu meyakinkan sebab dan akibat, tetapi memang belum ditemukan di literatur," imbuhnya.

Melansir dari berbagai sumber, susu full cream atau whole milk memiliki rasa yang gurih dan agak kental. Susu jenis ini mengandung 5 gram lemak jenuh dan mampu memenuhi kebutuhan lemak harian hingga 20 persen. Susu full cream termasuk tinggi kalori yakni 150 kalori per porsi. Tak heran susu full cream dihindari mereka yang sedang diet dan lebih memilih susu rendah lemak atau susu skim. (els/chs)