Virus Corona, Biang Kerok Wabah 'Pneumonia' Misterius China

tim, CNN Indonesia | Rabu, 15/01/2020 14:58 WIB
Virus Corona, Biang Kerok Wabah 'Pneumonia' Misterius China Virus corona menjadi biang kerok dari wabah pneumonia misterius yang menyebabkan puluhan orang sakit di China dan satu orang meninggal. (Istockphoto/DragonImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah penyakit misterius China membuat negara tersebut kalang kabut sejak akhir tahun lalu. Waktu itu masih belum diketahui penyebab pasti wabah tersebut. Timbul kekhawatiran akan wabah sedahsyat Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) alias infeksi saluran pernapasan berat di 2002-2003.

Melansir AP, baru-baru ini sebuah investigasi menemukan bahwa penyebab wabah pneumonia China adalah virus corona tipe baru. Meski sama-sama keluarga virus corona, media China menyebut virus penyebab SARS belasan tahun lalu berbeda dengan corona virus penyebab wabah misterius sekarang ini.

Nama 'corona' dalam bahasa Latin berarti bulatan atau mahkota. Ini menggambarkan bentuk virus saat dilihat dengan mikroskop.


Corona virus merupakan keluarga besar virus yang diidentifikasi terdapat di tubuh manusia pada 1960-an. Sebagian mengakibatkan selesma, sementara sebagian lain ditemukan pada kelelawar, unta, dan binatang lain.


Infeksi virus corona menyebabkan berbagai gejala termasuk hidung meler, sakit kepala dan demam. Berdasar Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS, jika gejala menunjukkan napas pendek, tubuh menggigil dan tubuh terasa sakit berhubungan dengan jenis coronavirus yang lebih berbahaya.

Virus corona memang pernah bikin heboh di China dan Hongkong lewat SARS juga di wilayah TImur Tengah lewat MERS (Middle East Respiratory Syndrome). SARS saat itu mengakibatkan 8ribu orang terbaring sakit dan lebih dari 700 orang meninggal.

Virus corona jenis baru menjadi penyebab penyakit misterius di ChinaFoto: Istockphoto/wildpixel
Virus corona jenis baru menjadi penyebab penyakit misterius di China


Sedangkan MERS mulai menyebar di Yordania dan Arab Saudi pada 2012. Wabah mengakibatkan 800 orang meninggal dan sebagian besar korban dilaporkan dari Arab Saudi.

Imbauan dan larangan ke pasar ikan

Virus corona bisa menyebar lewat batuk atau bersin atau dengan bersentuhan dengan orang yang terinfeksi. Namun pihak berwenang China mengatakan penyakit ini tidak menular antarmanusia.

Komisi Kesehatan Kota Wuhan berkata beberapa pasien yang terinfeksi bekerja di pasar ikan. Dari sini diindikasi pasien tertular dari hewan hasil laut sehingga pasar diisolasi dan diinvestigasi.


Ini pun membuat Menkes Terawan Agus Putranto menyarankan warga Indonesia yang di China menjauhi pasar ikan dan tempat penjualan hewan.

Laporan terakhir pada Minggu (12/1), sebanyak 59 orang dilaporkan terinfeksi. Tujuh orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis sementara yang lain terbaring dalam kondisi stabil. 8 orang dilaporkan sudah bisa meninggalkan rumah sakit pada Rabu malam setelah tidak ditemukan gejala apapun.

Saat ini, peneliti China membuat penentuan awal melalui pengurutan gen virus dari satu pasien.

"Identifikasi awal virus baru dalam waktu singkat adalah pencapaian penting," kata Gauden Galea, perwakilan WHO di China mengutip dari AP.

Meski demikian, masih banyak yang harus dilakukan peneliti untuk mencapai kesimpulan pasti. Xu Jianguo, pemimpin kelompok yang membuat penilaian awal menyampaikan pihaknya akan melakukan lebih banyak penelitian selama beberapa minggu ke depan untuk mengkonfirmasi bahwa itu memang coronavirus baru. (els/chs)