Peneliti Sebut Ada Ribuan Kasus Virus Corona di China

CNN Indonesia | Sabtu, 18/01/2020 23:22 WIB
Peneliti memprediksi ada 1.723 kasus Virus Corona di Wuhan, China, atau jauh lebih banyak dari yang dilaporkan. Ilustrasi virus. (Istockphoto/wildpixel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah yang diduga Virus Corona telah merenggut dua nyawa di China hingga Jumat (17/1). Para peneliti menyebut ada ribuan orang yang kemungkinan telah terinfeksi virus tersebut.

Pihak berwenang China mengatakan pneumonia yang dikaitkan dengan virus itu telah menyerang setidaknya 41 orang di negara itu, dengan wabah berpusat di sekitar pasar makanan laut di pusat kota Wuhan.

Namun, sebuah makalah yang diterbitkan oleh para ilmuwan MRC Centre for Global Infectious Disease Analysis di Imperial College di London mengatakan jumlah orang yang terkena dampak di kota itu kemungkinan lebih dari seribu.


Para ilmuwan di MRC Center, yang kerap memberi masukan ke lembaga-lembaga termasuk World Health Organization (WHO), memperkirakan total 1.723 kasus di Wuhan per 12 Januari.

Para peneliti mengambil jumlah kasus yang dilaporkan di luar China sejauh ini, untuk menyimpulkan berapa banyak kemungkinan yang terinfeksi di kota itu, berdasarkan data lalu lintas penerbangan internasional dari bandara Wuhan.

[Gambas:Video CNN]
"Dengan Wuhan yang telah menginfeksi tiga kasus ke negara lain (dua di Thailand dan satu di Jepang) ini telah menyiratkan ada lebih banyak kasus daripada yang telah dilaporkan," kata Neil Ferguson, salah satu penulis laporan itu, dikutip dari AFP.

"Secara substansial, saya lebih concern soal hal ini ketimbang seminggu lalu. Bagaimanapun terlalu dini untuk khawatir," tambahnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa orang-orang harus mempertimbangkan kemungkinan penularan dari manusia ke manusia lebih serius daripada yang dialami sejauh ini.

"Tidak mungkin bahwa paparan hewan adalah sumber utama infeksi," katanya.

Dua orang meninggal akibat virus tersebut ketika pejabat kesehatan di seluruh dunia berusaha meyakinkan publik bahwa risiko keseluruhan infeksi tetap rendah.

Pihak berwenang di Hong Kong telah meningkatkan langkah-langkah deteksi, termasuk pemeriksaan suhu yang ketat untuk pelancong yang datang dari daratan China.

AS mengatakan mulai mendeteksi penerbangan yang tiba dari Wuhan di bandara San Francisco dan JFK New York, yang keduanya menerima penerbangan langsung, serta Los Angeles.

(agn/age)