Asia Dihantam Coronavirus, Eropa Dibayangi Flu Burung

tim, CNN Indonesia | Senin, 20/01/2020 20:10 WIB
Belum usai masalah corona virus yang menghantui Asia khususnya China, kasus flu burung mulai menghantui Eropa. Belum usai masalah corona virus yang menghantui Asia khususnya China, kasus flu burung mulai menghantui Eropa. (ANTARA FOTO/Jojon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belum usai masalah corona virus yang menghantui Asia khususnya China, masalah kesehatan lainnya mulai menghantui Eropa.

Flu burung yang sangat menular telah dikonfirmasi menjangkiti sebuah peternakan di Ceko. Hal ini diungkapkan oleh para pejabat pada Sabtu (18/1) setelah serikat petani di Perancis memperingatkan tentang ancaman wabah baru di Eropa.

Pejabat Ceko Petr Vorlicek mengatakan bahwa virus H5N9 adalah subtipe virus mematikan yang sangat patogen (mematikan) untuk burung. Virus ini ditemukan di sebuah peternakan kecil yang berjarak 150 km di sebelah tenggara ibukota Praha.


Vorlicek, juru bicara State Veterinary Administration (SVS) mengatakan bahwa infeksi di peternakan pada area Stepanov nad Svratkou kemungkinan besar diimpor oleh burung liar.


SVS mengatakan bahwa virus ini tak pernah dilaporkan menyebar ke manusia. Mereka juga mengatakan bahwa peternakan tersebut membiakkan tiga ekor bebek dan 12 ekor ayam. Enam di antara hewan ternak itu terinfeksi virus dan mati dalam dua hari.

Hewan-hewan yang tersisa di peternakan tersebut dimusnahkan pada Sabtu pagi.

"Kami akan membuat kawasan perlindungan sepanjang 10 km di sekitar pertanian," kata kepala SVS Zbynek Semerad.

Mengutip AFP, Serikat buruh Prancis, Coordination rurale, mengatakan Jumat bahwa H5N8 telah terdeteksi dalam beberapa pekan terakhir di peternakan di Polandia, Slovakia, Hongaria dan Rumania serta di antara burung liar di Polandia.

Flu burung mulai menghantui EropaFoto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Flu burung mulai menghantui Eropa


Hal ini sekaligus mengingatkan pihak berwenang untuk segera menghentikan pengiriman daging unggas dari negara yang terinfeksi. Mereka juga diminta agen pabean terhadap risiko yang mungkin terjadi.

Kasus serupa pernah terjadi pada 2017 lalu. Saat itu peternakan unggas di Perancis dan produsen foie gras yang mahal sangat terpengaruh oleh epidemi flu burung karena jutaan unggas di Eropa harus dimusnahkan.



(chs)