Penumpang Bermasker di Penerbangan Terakhir dari Wuhan

tim, CNN Indonesia | Jumat, 24/01/2020 11:03 WIB
Penumpang Bermasker di Penerbangan Terakhir dari Wuhan Penerbangan menuju Sydney adalah penerbangan terakhir dari Wuhan sebelum akhirnya tak kota tersebut menjadi kota terisolasi.(NICOLAS ASFOURI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penumpang penerbangan terakhir dari Wuhan, China -tempat di mana epidemi virus corona penyebab penyakit mirip SARS dan pneumonia Wuhan bermula- disambut oleh para pejabat biosekuriti sesaat setelah mendarat di Australia pada Kamis (23/1). Hal ini dilakukan sebagai upaya global untuk mencegah penyebaran wabah.

Pesawat ini meninggalkan Wuhan tak lama sebelum pemerintah Cina menempatkan kota itu di bawah karantina dan melarang semua pesawat lepas landas.

Para penumpang turun dari pesawat dengan pakaian lengkap dan bermasker. Para penumpang ini mengatakan bahwa mereka diberi beberapa pertanyaan oleh petugas kesehatan yang memberi tahu mereka tentang gejala virus corona baru. Mereka juga dibagikan selebaran yang menjelaskan bagaimana mereka harus merespons jika melihat orang yang memiliki gejala penyakit menular tersebut.


"Mereka menyarankan semua memakai masker, dan sebenarnya mereka semua sudah memakai masker, bahkan awak pesawat," kata Kevin Ouyang, pria berusia 40 tahun yang kembali ke rumahnya di Sydney setelah perjalan bisnis ke China.


"Saya merasa semuanya normal dalam penerbangan," kata seorang wanita, dikutip dari AFP.

Kepala petugas medis Australia, Brendan Murphy, mengatakan tidak ada penumpang yang sakit ditemukan dalam penerbangan itu. Tetapi Murphy menambahkan, karena masa inkubasinya, pelancong dari Wuhan perlu untuk terus memantau diri mereka sendiri untuk gejala seperti flu.

WHO sendiri mengungkapkan bahwa China akan mengambil berbagai langkah untuk mengendalikan virus corona yang mirip SARS. Langkah-langkah ini dianggap akan mematikan dan 'meminimalkan' risiko penyebaran internasional.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memuji "langkah-langkah yang sangat, sangat kuat" yang diambil oleh China setelah Beijing mengatakan pihaknya menghentikan penerbangan dan kereta api dari Kamis keluar dari Wuhan, kota berpenduduk 11 juta orang di pusat wabah tersebut.  Sampai saat ini virus corona sudah menewaskan 17 orang di China dan menginfeksi sekitar 570 orang. 

Berbagai antisipasi dilakukan untuk mencegah virus coronaFoto: NICOLAS ASFOURI / AFP
Berbagai antisipasi dilakukan untuk mencegah virus corona

Langkah-langkah itu akan "meminimalkan kemungkinan wabah ini menyebar secara internasional," katanya kepada wartawan di Jenewa.

Seperti dilansir CNN, Kamis (23/1), pusat pengendalian penyebaran virus corona di China menyatakan mereka memerintahkan pemerintah Wuhan untuk menutup seluruh pelabuhan, terminal, bandara, dan stasiun mulai pukul 10.00 waktu setempat.

Mereka juga memerintahkan seluruh warga Wuhan tidak beraktivitas di luar ruang terlebih dulu. Akibat penutupan tersebut, proses kualifikasi atlet cabang olahraga tinju untuk Olimpiade Tokyo 2020 di Wuhan terpaksa dibatalkan.


(chs)