LAPORAN DARI JEPANG

Banyak Cara Menikmati Gunung Fuji dari Berbagai Sisi

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Minggu, 02/02/2020 11:17 WIB
Musim dingin merupakan salah satu waktu terbaik untuk menikmati keindahan panorama Gunung Fuji di Jepang. Gunung Fuji dari pinggir Danau Kawaguchiko. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Tokyo, CNN Indonesia -- Gunung Fuji menjulang tinggi memamerkan puncaknya yang berwarna putih sedang diselimuti salju. Fuji-san semakin menawan dengan latar belakang langit berwarna biru cerah.

Jarang-jarang Gunung Fuji menampakkan dirinya secara utuh seperti hari ini. Biasanya, kabut atau awan kerap menutupi si Fujiyama. Seorang kawan bercerita sudah lima kali ke Jepang tapi belum sekalipun dapat melihat puncak Gunung Fuji nan ikonis itu. Ke Jepang memang belum lengkap jika belum melihat gunung populer ini.

Musim dingin merupakan salah satu waktu terbaik untuk menikmati keindahan panorama gunung yang melambangkan keabadian ini. Di musim ini, cuaca mayoritas cerah dengan langit yang bersih, ditambah dengan salju yang menyelimuti bagian puncak sehingga Fuji kian eksotis.


Namun, di musim dingin Gunung Fuji hanya bisa dinikmati dari kejauhan. Aktivitas pendakian ditutup karena salju yang tinggi. Untuk bisa mendaki gunung setinggi 3.776 meter ini datanglah pada bulan Agustus atau saat musim panas.

Kali ini, saya menikmati keindahan Gunung Fuji dari berbagai sisi di sekitar Danau Kawaguchi selama satu hari penuh.

Saya mengikuti one day trip dari Hato Bus. Ada banyak paket tur yang tersedia untuk menikmati Gunung Fuji. Paket ini bisa dipesan jauh-jauh hari secara online atau langsung ke agen penjualan di Jepang.

Karena sudah memesan tiket secara online, pagi itu saya langsung menuju titik kumpul di Stasiun Hamamatsucho, Tokyo pukul 09.00 pagi. Dari tempat saya menginap di Ueno saya hanya perlu menaiki JR Yamanote Line.

Stasiun Hamamatsucho langsung terhubung dengan terminal bus untuk wisata. Saya langsung menukarkan pesanan di loket dan menuju bus wisata berkapasitas 50 orang yang sudah menunggu.

Hari itu hanya ada dua kelompok wisatawan berjumlah sekitar 20 orang di bus tersebut sehingga banyak kursi kosong. Saya kali ini ditemani pemandu wisata berbahasa Inggris, satu kelompok lagi ditemani pemandu berbahasa Mandarin. Dalam kelompok saya bergabung beberapa wisatawan dari negara lain.

Dari Hamamatsucho, bus bergerak ke arah barat daya Tokyo pukul 09.20. Sepanjang perjalanan pemandu antusias memberi informasi mengenai tur dan Gunung Fuji.

Perjalanan sekitar 100 km ditempuh dalam waktu kurang dari dua jam. Kami sudah bisa melihat Gunung Fuji dari kejauhan dengan latar yang bersih, tak ada awan yang menutupinya.

"Gunung Fuji adalah gunung ikonis yang dikelilingi lima danau, salah satunya Kawaguchi," kata pemandu wisata Yumi Yokohama.

Pemberhentian pertama adalah Mt Fuji Panoramic Ropeway atau kereta gantung Kachi-Kachi di pinggir Danau Kawaguchi.

Anda diajak menaiki kereta gantung untuk melihat Gunung Fuji bersebelahan dengan Danau Kawaguchi. Butuh waktu sekitar 20-30 menit untuk mengantre karena hanya terdapat dua kereta gantung yang beroperasi.

Menjajal Keindahan Gunung Fuji dari Segala Sisi*Pemandangan dari kereta gantung. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

Dari titik panorama, kita bisa melihat Gunung Fuji dengan sejajar, dan tentu saja berfoto bersama. Puas menikmati Gunung Fuji kami kembali menaiki Kachi-Kachi untuk turun menuju bus.

Tur lalu bergerak menuju Oishi Park sekitar 10 menit perjalanan untuk menikmati Fuji-san dari taman pinggir Danau Kawaguchi.

Di taman bunga lavender ini tersedia banyak spot berfoto. Saya bunga lavender belum bermekaran. Bunga ini baru akan mekar pada bulan Juni hingga Juli. Pengganti lavender, ilalang di pinggir danau tetap membuat gunung vulkanik yang masih aktif ini tampak perkasa.

Di Oishi Park, Anda juga bisa menikmati es krim yang dijajakan sambal duduk di taman. Es krim ditambah dengan suhu udara tiga derajat Celcius sungguh merupakan perpaduan yang nikmat.

Dari Oishi Park, pemandangan Gunung Fuji sedikit berbeda. Awan sudah mulai mengepul di atas puncak gunung fuji.

"Pertanda nanti malam akan hujan dan turun salju," kata Yumi.

Menjajal Keindahan Gunung Fuji dari Segala Sisi*Kegagahan Gunung Fuji dari kejauhan. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)

Tak lama, tur langsung bergegas menuju Hotel Regina Kawaguchiko untuk menyantap makan siang bergaya tradisional Jepang yang sudah termasuk paket tur.

Setelah kenyang mengisi perut, kami menempuh perjalanan menyusuri lereng Gunung Fuji menuju Mt Fuji Fifth Station atau stasiun lima. Perjalanan berliku mendaki gunung serta pohon-pohon bersalju jadi pemandangan mencapai ketinggian 2020 meter di badan Gunung Fuji.

Dari titik ini, puncak Gunung Fuji berada tepat belakang kami. Lelehan es yang menutupi puncak tampak semakin dekat di atas kepala. Fifth Station merupakan jalur masuk pendakian menuju puncak gunung.

Dari Fifth Station kami menuju Oshino Hakkai, perkampungan tradisional Jepang yang memiliki delapan kolam mata air alami. Air alami dari Gunung Fuji juga bisa langsung diminum saat singgah ke perkampungan ini.

"Lelehan salju Gunung Fuji mengendap dan membentuk delapan kolam mata air ini," tutur Yumi.

Menjajal Keindahan Gunung Fuji dari Segala Sisi*Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman

Oshino Hakkai merupakan pemberhentian terakhir dalam tur satu hari penuh ini. Sepanjang perjalanan kembali ke Tokyo, saya lebih banyak tidur karena lelah menyusuri keindahan Gunung Fuji.

Bus mengantarkan kami ke Tokyo Station tepat pukul 19.20. Kami lalu menuju salah satu restoran India halal untuk menyantap makan malam.

Selain mengikuti tur, Anda juga bisa menyusuri Gunung Fuji dengan menggunakan transportasi umum dengan biaya yang lebih murah. Namun, Anda mesti mengatur jadwal sendiri dan menyesuaikan perjalanan dengan transportasi yang ada serta membayar tiket untuk setiap tempat wisata.

Kelebihan menggunakan tur adalah jadwal yang sudah diatur, biaya yang sudah sudah satu paket walau lebih mahal, serta dilengkapi pemandu. Kekurangannya adalah, Anda tak bisa berlama-lama di tempat wisata karena pemandu bakal cerewet jika ada yang tak tepat waktu.

Tour: Hato Bus (www.hatobus.com)
Titik kumpul: Terminal bus Hamamatsucho, Tokyo
Biaya: 11.800 yen atau Rp1,4 juta

(ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK