Pengelola Dieng Jelaskan Soal Tiket Masuk dengan Barcode

CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 19:06 WIB
Pengelola Dieng Jelaskan Soal Tiket Masuk dengan Barcode Kompleks Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala UPT Pengelolaan Obyek Wisata Dieng, Banjarnegara Aryadi Darwanto, memberikan klarifikasi terkait sistem tiket elektronik di destinasi utama Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng.

Sebelumnya, seperti yang dikutip dari Antara pada Senin (27/1), Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono di Banjarnegara mengatakan bahwa, "Dengan penerapan tiket elektronik maka wisatawan akan lebih mudah membeli tiket, tidak harus di loket, namun bisa juga membeli secara online."

Namun seperti yang diklarifikasi Aryadi melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (28/1), sistem tiket elektronik itu bukan berupa pembelian melalui online, melainkan berupa tiket elektronik dengan barcode.


Pembelian tiket dengan barcode ini juga masih dilakukan di loket fisikdua objek wisata yang menjadi proyek percontohan, Kompleks Candi Arjuna dan Kawah Sikidang.

"Sistem tiket barcode sudah dicoba sejak Desember 2019. Peresmiannya baru kemarin," kata Aryadi.

"Kalau pembelian secara online belum diketahui kapan akan dilaksanakan, karena butuh banyak dukungan, seperti peraturan daerah, dasar hukum, bank, sampai agen tiket online," lanjutnya.

Untuk harga tiket masuk Kompleks Candi Arjuna dan Kawah Sikidang dibuat terusan, seharga Rp15 ribu untuk wisatawan nusantara dan Rp30 ribu untuk wisatawan mancanegara.

Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa sistem tiket baru ini diharapkan dapat mempermudah wisatawan sekaligus mendongkrak jumlah kunjungan.

"Dari hasil kajian kami menilai bahwa Dieng memiliki prestasi dalam melampaui target PAD. Karena itu kami akan mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur wisata di Dieng," Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono.

Pihaknya, kata dia, akan menata dan mempercantik sarana dan prasarana yang ada di Dieng guna meningkatkan minat wisatawan.

Bupati juga menambahkan, pihaknya akan membangun rest area di jalur utama Dieng.

"Kami optimistis hal itu akan segera terwujud, karena hal ini sangat penting sebagai sarana untuk mengurai kemacetan. Selain itu juga bisa dimanfaatkan untuk wahana promosi penjualan produk UMKM dan oleh-oleh khas Banjarnegara," katanya.

(ard/ard)