Marak Corona, Kenali Dua Tanda Virus Dinyatakan Sembuh

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 01/02/2020 13:22 WIB
Marak Corona, Kenali Dua Tanda Virus Dinyatakan Sembuh Ilustrasi: Di tengah maraknya penyebaran virus corona, setidaknya ada dua hal yang bisa dijadikan indikator untuk menentukan seseorang sembuh dari suatu virus. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wabah virus corona jenis baru atau 2019-nCoV masih bergerak kini menjalar ke Filipina dan India, Kamis (30/1). Otoritas kesehatan kedua negara telah mengonfirmasi kasus virus corona di wilayah mereka. Tapi di sisi lain, tercatat pula lebih dari 100 pasien positif virus corona Wuhan dinyatakan sembuh dari virus yang dapat mematikan tersebut.

Bagaimana mengenali seseorang yang sempat positif terjangkiti suatu virus, betul-betul pulih?

Secara umum, terdapat dua tanda atau indikasi seseorang bisa dinyatakan sembuh dari infeksi virus. Profesor Mikrobiologi Klinik FKUI, Amin Soebandrio menjelaskan seseorang dapat dinyatakan sembuh jika sudah tak lagi memiliki gejala klinis yang mengganggu.



"Sebelum dinyatakan sembuh terdapat dua hal yang mesti dipastikan. Pertama, gejala klinis sudah tidak ada dan kedua tidak menularkan virus kepada orang lain," jelas Profesor Mikrobiologi Klinik FKUI, Amin Soebandrio kepada CNNIndonesia.com, Kamis (30/1).

Sementara bila pada kasus virus corona Wuhan misalnya, sudah tidak ada lagi gejala pneumonia seperti sesak, batuk, pilek, dan demam.

Kedua, pasien juga harus dipastikan tidak mampu lagi menularkan virus ke orang lain. Dokter wajib memastikan melalui pemeriksaan laboratorium sepanjang dua hari berturut.

"Kalau virus corona yang menular lewat saluran pernapasan seperti batuk bersin, maka harus diperiksa tenggorokan, cairan tubuh lain hingga bahkan fesesnya," ucap Amin.


Ahli mikrobiologi klinik yang juga Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ini menerangkan, virus sebenarnya tidak dapat disterilkan karena bakal mengganggu keseimbangan mikrobiologi tubuh. Pemberian obat-obatan bertujuan untuk menekan jumlah virus dan membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan tubuh itulah yang bakal melawan atau meredam keberadaan virus.

"Keberadaan virus itu sangat bergantung pada kekebalan tubuh. Makanya, ada yang bisa sembuh dengan sendirinya," tutur Amin.

Hingga saat ini, belum ditemukan antibiotik dan antivirus yang dapat menangkal virus corona atau 2019-nCoV. Penelitian pun masih terus dilakukan terhadap virus baru yang ditemukan pada pengujung Desember 2019 tersebut.

[Gambas:Video CNN] (ptj/NMA)


BACA JUGA