Kolaborasi Pornhub, Bintang Porno Jadi Model di NYFW

tim, CNN Indonesia | Selasa, 11/02/2020 09:14 WIB
Kolaborasi Pornhub, Bintang Porno Jadi Model di NYFW Panggung Namilia diramaikan dengan kemunculan aktor-aktor film dewasa yang memamerkan koleksi busana feminitas yang provokatif. (Astrid Stawiarz/Getty Images for NYFW: The Shows/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak dimungkiri saat pekan mode tiba, model-model bakal kebanjiran job. Namun di panggung Namilia, Anda tak bakal melihat model-model yang sama dengan model biasa yang lalu lalang di show NYFW sebelumnya.

Panggung Namilia dikuasai oleh aktris-aktris porno. Sebut saja Asa Akira, Marica Hase, dan Jade Kush. Mereka adalah bintang film dewasa yang berasal dari Amerika, Jepang, dan Ekuador. Pada Minggu (9/2), mereka tampil di panggung fashion dengan menampilkan bentuk feminitas yang provokatif.

Bukan hal yang aneh karena fashion show Namilia yang digawangi oleh desainer Nan Li dan Emilia Pfohl ini disponsori oleh situs website dewasa Pornhub. Desainer yang berbasis di Berlin, Jerman ini memang dikenal cukup provokatif, seksi, dan eksentrik karena banyak 'bermain-main' seputar organ vital.


Namun jangan bayangkan koleksi busananya berupa lingerie atau terlihat seperti Victoria's Secret.


"Label kami menggambarkan tentang seks yang positif dan menantang batas yang ada dan mempertanyakan mengapa mereka ada di sana," kata Nan Li kepada AFP.

Koleksinya kali ini berjudul Herotica. Koleksi ini digambarkan mereka sebagai penantang stereotip di negara barat dan Asia di di industri pornografi. Mereka juga mengolok-olok genetalia pria dan menampilkan banyak pakaian kulit yang tampak seperti dominatrix.

"Dalam dunia yang didominasi oleh pria, fantasi seksual telah menjadikan wanita sebagai objek dan menciptakan fetish, menciptakan stereotip yang memikat. Asia eksotis yang patuh, eye candy, dan bintang porno yang kotor. Tetapi revolusi sudah dimulai!" tulis Namilia dalam akun instagramnya.


"Simbol warna-warni dan estetika glamor mencerminkan struktur kekuasaan patriarki masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Kosmos kenikmatan seksual telah terbatas pada beberapa narasi membosankan dan chauvinistik untuk kesenangan tatapan laki-laki."

Sebelumnya, koleksi pertama Namilia di tahun 2015 berjudul 'My Pussy My Choice.'


(chs)