Kalteng Bakal Rangkul Manusia dan Buaya Lewat Ekowisata

CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 20:42 WIB
Kalteng Bakal Rangkul Manusia dan Buaya Lewat Ekowisata Ilustrasi. Salah satu atraksi di Taman Buaya Indonesia Jaya, Cikarang, Jawa Barat. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ide unik dilontarkan Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Halikinnor yakni membuat wisata buaya untuk mendongkrak sektor pariwisata sekaligus mengurangi ancaman konflik buaya dengan manusia.

"Kita semua sudah tahu bahwa sudah banyak korban akibat disambar buaya, makanya lebih baik kita arahkan populasinya di satu tempat saja sehingga buaya tidak lagi sampai ke permukiman. Ini sekaligus juga bagus untuk dijadikan wisata alam. Saya yakin ini akan sangat menarik," kata Halikinnor seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (12/2).

Halikinnor mengakui ide ini memang terdengar sedikit aneh, namun menurutnya sangat mungkin dilaksanakan.


Apalagi wisata alam yang menantang sangat digemari wisatawan, terlebih wisatawan luar negeri.

Wacana ini harus melalui kajian matang dari berbagai aspek, khususnya dari segi keamanan.

Namun menurutnya, geografis yang ada saat ini sangat mendukung untuk pembuatan wisata buaya.

Halikinnor menggambarkan wisatawan datang ke sebuah tempat yang didesain dengan tingkat keamanan yang tinggi, kemudian menikmati sensasi suasana memberi makan buaya liar.

Salah satu lokasi yang menurut dia berpotensi untuk pembuatan wisata buaya adalah Pulau Lepeh.

Pulau kecil tak berpenghuni ini terletak di tengah Sungai Mentaya yang diapit daratan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Pulau Hanaut.

Sejak dulu Pulau Lepeh dikenal sebagai habitat buaya di Sungai Mentaya.

Bukan hal aneh bagi warga yang beraktivitas kawasan di sungai itu melihat kemunculan beberapa buaya, bahkan melihat buaya berjemur di bantaran Pulau Lepeh.

Populasi buaya jenis buaya muara dan senyulong diperkirakan masih cukup banyak di Sungai Mentaya dan Sungai Cempaga.

Insiden buaya menyambar manusia juga masih sering terjadi, bahkan ada korban yang jasadnya tidak pernah ditemukan lagi.

Sangat sulit menangkap buaya di perairan sungai yang sangat luas.

Wisata buaya dengan cara memberi makan buaya dinilai bisa menjadi solusi untuk mencegah buaya terus merambah ke perairan permukiman dan mengancam warga.

Ini sekaligus juga bisa menjadi wisata baru yang menarik.

"Kita bangun tempat yang bagus dan menarik. Saya yakin itu bisa. Hewan itu biasanya ada waktu-waktu dia akan makan. Nah, saat itulah kita coba beri umpan di tempat tertentu sehingga secara perlahan mereka terbiasa. Lokasi itulah yang nantinya dijadikan wisata buaya," demikian Halikinnor.

Ada empat jenis buaya di Indonesia, yakni; Buaya Siam, Buaya Irian, Buaya Senyulong, dan Buaya Muara.

Buaya Siam berhabitat di perairan Jawa dan Kalimantan, sementara Buaya Irian banyak ditemukan di perairan Papua.

Lalu Buaya Senyulong berhabitat di perairan Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan.

Kemudian Buaya Muara, yang disebut sebagai yang terganas, banyak ditemukan di Sumatera dan Kalimantan.

[Gambas:Video CNN]

(ANTARA/ard)