Dampak Virus Corona, Dua Ajang Fesyen di China Batal Digelar

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 14/02/2020 07:53 WIB
Dua ajang mode China, Shanghai Fashion Week dan China Fashion Week, terpaksa dibatalkan akibat merebaknya virus corona atau Covid-19. ilustrasi: China Fashion Week dibatalkan karena virus corona (AFP PHOTO / STR / China OUT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring merebaknya virus corona atau Covid-19, ajang fesyen di China terpaksa batal. Shanghai Fashion Week maupun China Fashion Week telah mengumumkan pembatalan acara.

Pihak penyelenggara Shanghai Fashion Week, pada Senin (10/2) mengumumkan penundaan acara. Gelaran mode yang sejatinya akan diselenggarakan pada 26 Maret-2 April 2020 ditunda karena virus corona.

"Kami akan mencari waktu dan cara. Kami juga akan mengatur komunikasi dengan rekan-rekan yang mendukung Shanghai Fashion Week. Kami akan berjuang memajukan perkembangan industri fesyen," tulis penyelenggara, melalui media sosial WeChat, mengutip CNN.


Tak hanya Shanghai Fashion Week, ajang bergengsi lain China Fashion Week juga terpaksa urung diadakan. Penyelenggara mengumumkan penundaan atau pembatalan acara yang akan dimulai pada 25 Maret 2020 mendatang.

Virus corona tak urung membawa dampak dalam industri fesyen. Kedua gelaran ini termasuk gelaran besar dan penting buat pelaku industri fesyen China.

Ini tak berlebihan sebab di gelaran ini pula nama-nama desainer China melambung ke kancah internasional seperti Vera Wang, Jenny Peckham dan Vivienne Tam. Tak hanya itu, ada pula finalis LVMH Prize Ximon Lee dan kontestan 'Next in Fashion' Angel Chen.

Di samping China, secara tak langsung dampak virus corona juga dirasakan ajang fesyen dunia. Larangan untuk bepergian membuat pelaku fesyen China tidak bisa menghadiri pertunjukan musim gugur/musim dingin 2020.

New York Fashion Week berakhir hari ini dan menyisakan cerita pilu. Duo desainer Lena Luo dan Ekcee Chan terpaksa tidak hadir dalam pertunjukan busana koleksi mereka dari label 'Luooif Studio'. Sebagai gantinya, sang asisten menenteng laptop yang memperlihatkan foto keduanya.

Setelah New York Fashion Week, London Fashion Week sudah di depan mata. Desainer berdarah Inggris-Vietnam, A Sai Ta terpaksa membatalkan pertunjukan. Virus corona melumpuhkan produksi koleksinya di Shanghai. British Fashion Council memprediksi kehadiran pelaku industri fesyen dari China bakal berkurang drastis di London Fashion Week.

Senasib dengan London Fashion Week, Milan juga tak akan disambangi desainer dari China. Ricostru, Hui, dan Angel Chen mengumumkan pembatalan pertunjukan. Di Paris, terdapat enam jadwal pertunjukan yang didrop yakni Masha Ma, Shiatzy Chen, Uma Wang, Calvin Luo, dan Maison Mai.

[Gambas:Video CNN]

(asr/asr)