Masker Custom 'Tangkal Miskin' Louis Vuitton Viral di Medsos

tim, CNN Indonesia | Rabu, 12/02/2020 15:12 WIB
Masker Custom 'Tangkal Miskin' Louis Vuitton Viral di Medsos Masker Louis Vuitton berbahan mesh viral di media sosial. Warganet menganggapnya tak ampuh tangkal corona melainkan penangkal bau kemiskinan. (AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gara-gara virus corona, masker jadi barang paling diburu di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Berbagai macam jenis masker pun beredar, dari masker ojol, N95, sampai masker Louis Vuitton. Ketika masker penutup mulut sulit didapat di beberapa tempat karena kelangkaannya, muncul beberapa postingan yang menampilkan produk masker berlogo monogram Louis Vuitton, sebuah perusahaan barang mewah yang berdiri sejak 1856.

Unggahan ini viral di media sosial karena memperlihatkan masker Louis Vuitton yang terbuat dari mesh dan memiliki sulaman monogram label tersebut. Kristen Noel Crawley pendiri salah satu label produk make up di AS mengunggah foto dirinya yang memakai masker tersebut di awal tahun lalu.


Namun seiring dengan berkembangnya kasus virus corona dan masker, unggahan ini pun kembali viral. Di twitter, masker tersebut dianggap tak bisa menangkal virus corona melainkan sebagai masker pengusir bau kemiskinan.


Ketika ditelusuri ke laman resmi Louis Vuitton, tak ada tanda-tanda masker ini pernah dibuat dan dijual sebagai produk resmi Louis Vuitton. Ketika dihubungi CNNIndonesia.com, pihak Louis Vuitton Indonesia mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, mereka belum pernah mengeluarkan produk masker penutup mulut seperti yang viral di media sosial.

[Gambas:Instagram]

Dalam unggahannya, Crawley mengungkapkan bahwa masker ini adalah produk custom Louis Vuitton.

Tapi apa yang sebenarnya dimaksud dengan custom?

Lini custom adalah pembuatan trunk atau produk sesuai dengan keinginan dan kebutuhan klien. Custom produk sendiri mungkin dilakukan dengan beberapa kondisi.

Sebuah produk disebut custom jika bahan utama dari produk LV berasal dari produk-produk asli. Misalnya ketika Anda punya kaos Louis Vuitton dan ingin memotong-motongnya untuk dijadikan sebagai scarf ataupun masker dan menjahitnya sendiri maka itu disebut produk custom.


Hal ini pernah dilakukan oleh seniman dan pebisnis Dapper Dan yang membeli kaos ataupun tas original Louis Vuitton dan kemudian membuat versi 'knock-ups' di butiknya di East 125th Street di Harlem. Namun syaratnya produk tersebut tidak diperjual-belikan.

Hal itu sah-sah saja, karena pembeli berhak melakukan apa saja para barang yang ia beli. Kategorinya adalah barang unofficial custom.



Yang kedua adalah ketika orang membuat produk yang memiliki unsur hak cipta atau memiliki merk dagang seperti LV, namun berbasis material yang dibuat sendiri. Barang-barang ini dapat dikategorikan barang palsu.

Kedua kategori itu tidak menjadi masalah jika tidak memasuki pasar. Ketika kedua barang tersebut diperjualbelikan, hal ini bisa masuk ke ranah hukum, karena hak untuk menjual barang dengan trademark and copyright seperti logo LV dan kata-kata 'Louis Vuitton' hanya dimiliki oleh pemegang hak cipta.

Dalam unggahan viral masker Louis Vuitton tersebut, terlihat ada dua warna yang dibuat, yaitu warna hitam dan hijau neon.


(fdi/chs)