Solo Tambah Unit Kereta Uap Wisata Jaladara

CNN Indonesia | Senin, 17/02/2020 13:31 WIB
Solo Tambah Unit Kereta Uap Wisata Jaladara Penyerahan lokomotif uap dari PT KAI (Persero) kepada Pemkot Surakarta pada Minggu (16/2). (ANTARA/Aris Wasita)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Surakarta, Jawa Tengah, resmi menambah unit kereta uap demi melengkapi wisata Kereta Uap Jaladara.

"Harapannya kereta buatan tahun 1921 ini bisa melengkapi destinasi wisata Kota Surakarta, melengkapi Jaladara sehingga bisa meningkatkan daya tarik pariwisata Kota Surakarta," kata Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo usai menerima penyerahan hibah KA Djoko Kendil dari PT KAI di Loji Gandrung Solo, seperti yag dikutip Antara pada Minggu (16/2).

Ia mengatakan keberadaan kereta tersebut akan melengkapi wisata budaya serta mengoptimalkan keberadaan rel yang melintas di pusat Kota Solo.


"Ini (rute di dalam kota) satu-satunya di Indonesia. Kalau untuk rutenya nanti kami pikirkan, yang pasti melintas Surakarta, bisa hanya sampai Sangkrah, Sukoharjo, Wonogiri, dan sebagainya," katanya.

Terkait dengan desain, dikatakannya, tergantung dari permintaan wisatawan baik lokal maupun internasional.

Sedangkan mengenai penamaan Djoko Kendil, ada dua kemungkinan, yaitu bisa seterusnya menggunakan nama itu atau diganti dengan nama baru.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta FX Hari Rudyatmo berharap keberadaan kereta uap tersebut bisa mengajak masyarakat untuk mengingat kembali sejarah bangsa Indonesia.

"Yang penting sejarah ini diingat oleh Bangsa Indonesia, kereta ini yang pernah dinaiki Bung Karno sehingga harus dilestarikan. Kebetulan bapak saya pernah memasinisi dua-duanya (Joko Kendil dan Jaladara), ya silahkan kalau mau dihubung-hubungkan karena saya anaknya masinis. Yang jelas kalau itu bisa ditarik ke Solo kan masyarakat bisa tahu kereta uap seperti ini," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro mengatakan penyerahan lokomotif uap kepada Pemkot Surakarta tersebut merupakan bentuk kesetiaan KAI untuk memperbaiki dan menyediakan kereta zaman dulu.

"Lokomotif ini usianya sudah 99 tahun, sudah langka. Teman-teman dari KAI turun tangan supaya (kereta uap tersebut) jalan. Sebetulnya masih banyak kereta api yang lokonya disimpan di Ambarawa, ada belasan. Kami ingin mengaktifkan kembali loko-loko yang tua, bersejarah, dan jalannya untuk pariwisata. Dengan demikian turis lokal maupun internasional bisa mengingat masa lalu," katanya.

Kereta api uap Jaladara, atau dalam bahasa Jawa disebut dengan Sepur Kluthuk Jaladara, beroperasi sepanjang Jalan Slamet Riyadi, jalan utama yang membelah Kota Solo.

Kereta ini berangkat dari Stasiun Purwosari Solo hingga Stasiun Sangkrah, Solo.

Tetapi kereta ini dapat berhenti di beberapa titik pemberhentian, yang lamanya disesuaikan dengan penumpang untuk berwisata menikmati eksotisme kota Solo.

Laju kereta hanya 50 km/jam dan bahan bakarnya berupa kayu jati dan air.

Setidaknya butuh 4 meter kubik air dan 5 meter kubik kayu untuk jarak tempuh dari Stasiun Purwosari sampai Stasiun Sangkrah yang jauhnya berkisar 4 km saja.

Kereta Jaladara mulai dioperasikan setelah diresmikan pada tanggal 27 september 2009 oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafi'i Djamal bersama Gubernur Jawa Tengah dan Wali kota Solo saat itu, Joko Widodo.

Tarif naik Kereta Jaladara ada yang berkelompok dan perorangan, sekitar Rp150 ribuan per orang. Penumpang bisa langsung membeli tiketnya di Stasiun Purwosari. Maksimal yang diangkut 60 orang sekali jalan.

Kereta ini hanya beroperasi pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu dan/atau hari libur nasional. Pada hari Sabtu operasionalnya pada pukul 16.30 dan Minggu pukul 09.30 WIB dari Stasiun Purwosari.

[Gambas:Video CNN]

(ANTARA/ard)