Cara Terbaik Hindari Serangan Jantung Sesuai Usia

tim, CNN Indonesia | Selasa, 18/02/2020 17:52 WIB
Penyakit jantung mengintai setiap orang. Serangan jantung juga dapat terjadi kapan saja. Berikut cara mencegahnya sesuai usia. Penyakit jantung mengintai setiap orang. Serangan jantung juga dapat terjadi kapan saja. Berikut cara mencegahnya sesuai usia. ( Istockphoto/ Suphaporn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit jantung mengintai setiap orang. Serangan jantung juga dapat terjadi kapan saja. Seperti yang terjadi pada suami aktris Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair yang meninggal dunia karena serangan jantung pada Selasa (18/2) dini hari. Ashraf mengembuskan napas terakhirnya di usia 40 tahun.

Penyakit dan serangan jantung seperti yang dialami Ashraf dapat dicegah dengan sejumlah cara. Cara mencegah penyakit dan serangan jantung yang terbaik adalah menyesuaikan dengan usia saat ini.

Berikut cara mencegah penyakit dan serangan jantung sesuai usia.


1. Usia 20-an
Usia muda merupakan waktu yang tepat untuk memperhatikan kesehatan jantung. Semakin dini, maka akan semakin baik. Mulailah dengan mencari tahu mengenai kesehatan jantung.

American Heart Association menyarankan untuk mulai berkonsultasi dengan dokter mengenai gaya hidup dan pola makan. Periksa pula tekanan darah, kolesterol, detak jantung, gula darah, dan indeks massa tubuh. Hasil pemeriksaan itu dapat menunjukkan risiko mengenai penyakit jantung di kemudian hari.

Jalani pula gaya hidup sehat dengan berolahraga dan aktif secara fisik. Jangan merokok dan hindari paparan asap rokok. Perokok berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.


2. Usia 30-an
Di usia 30-an umumnya seseorang mulai hidup berkeluarga. Terapkan pula gaya hidup sehat bersama anggota keluarga lain termasuk anak-anak. Mengonsumsi makanan yang menyehatkan untuk jantung dan melakukan aktivitas fisik dapat menjaga kesehatan jantung.

Kenali pula riwayat penyakit jantung pada keluarga sedarah seperti  kakek atau nenek, orang tua, paman, tante, adik, kakak, dan sepupu. Memiliki kerabat yang punya penyakit jantung meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

Jika memiliki keluarga yang punya penyakit jantung, maka lakukan pencegahan ekstra dengan memperhatikan kolesterol, tekanan darah, dan gula darah.

Selain itu, kelola pula stres yang rentan terjadi di usia ini. Stres jangka panjang menyebabkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah sehingga merusak dinding arteri.

Kelola stres dengan teknik pernapasan, mengalihkan kemarahan, dan melakukan kegiatan yang menyenangkan.

3. Usia 40-an
Di kepala empat beri perhatian lebih pada berat badan. Pada usia ini metabolisme bakal melambat. Oleh karena itu, jalani diet yang sehat untuk jantung dan rutin berolahraga setiap hari minimal 30 menit, lima kali seminggu.

Periksa pula kadar gula darah dan gula darah puasa saat berusia 45 tahun. Ulangi tes ini setiap tiga tahun sekali. Tes juga dapat dilakukan lebih awal jika kelebihan berat badan dan diabetes. Tes ini berfungsi sebagai screening awal faktor risiko penyakit jantung.

Perhatikan pula dengkuran saat sedang tidur. Mendengkur parah atau sleep apnea berkontribusi pada tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.


4. Usia 50-an
Tetaplah mengonsumsi makanan sehat untuk jantung. Sayuran hijau, gandum, ikan, kacang-kacangan perlu dikonsumsi menjaga jantung tetap sehat. Hindari konsumsi daging dan makanan olahan.

Kenali pula gejala-gejala yang muncul dan terjadi pada tubuh. Selalu perhatikan setiap perubahan dan segera periksakan ke dokter. Usia ini semakin rentan dan risiko penyakit dan serangan jantung ikut meningkat.

Jika sudah memiliki gejala dan mendapatkan diagnosis, patuhi anjuran pengobatan dan perawatan dari dokter.

Menjaga kesehatan jantung sebaiknya disesuaikan dengan usiaFoto: Istockphoto/PeopleImages
Menjaga kesehatan jantung sebaiknya disesuaikan dengan usia


5. Usia 60-an
Risiko penyakit dan serangan jantung semakin meningkat. Tekanan darah dan kolesterol semakin meningkat. 

Tetap jalani pola hidup sehat dengan makan-makanan bernutrisi tinggi dengan porsi yang lebih kecil. Di usia ini tubuh membutuhkan lebih sedikit kalori. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kolesterol.

Tetap biasakan diri untuk berolahraga secara teratur. Jalani pula tes denyut nadi di kaki. Plak dapat menumpuk di arteri kaki.

Pahami pula tanda dan gejala yang muncul pada tubuh untuk mendapatkan perawatan secepat mungkin. (ptj/chs)