Wisata ke Rusia Bisa Bawa Pulang Putin

CNN Indonesia | Kamis, 20/02/2020 13:13 WIB
Wisata ke Rusia Bisa Bawa Pulang Putin Suvenir Presiden Putin yang dijual di kios-kios Rusia. (Olga MALTSEVA / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wajah Presiden Vladimir Putin menghiasi Saint Petersburg. Bukan dalam bentuk spanduk atau selebaran, wajah pemimpin Rusia selama dua dekade itu terlihat di kios-kios suvenir.

Wajah Putin bisa ditemukan pada magnet, mug, bahkan boneka matryoshka.

Pelukis dan pengusaha Alexei Sergiyenko telah menguangkan Putin selama bertahun-tahun.


Pada 2012, ia membuka pameran bertema Putin dengan judul: "Presiden. Seorang pria dengan jiwa yang baik."

Dinding-dinding studionya dipenuhi gambar-gambar pop-art Putin yang membawa seorang anak di pundaknya hingga berpakaian sebagai pahlawan super Hollywood yang menghentikan meteorit agar tidak menabrak Bumi.

Sergiyenko juga memiliki 64 kios suvenir, sebagian besar di dekat sebuah katedral Saviour on the Spilled Blood.

Dalam setiap suvenir, wajah presiden telah dicetak dengan harapan wisatawan mungkin tergoda untuk membeli.

"Suvenir Putin hanya tiga hingga empat persen dari total penjualan, tetapi tingkat penjualannya stabil," kata Sergiyenko, seperti yang dikutip dari AFP pada Kamis (20/2).

Salah satu karya seninya bahkan dicetak untuk bungkus cokelat seharga 150 rubel (sekitar Rp32 ribu).

Gambar-gambar menyanjung presiden seperti ini memperkuat potret yang ditawarkan oleh Kremlin dari Putin sebagai figur ayah atau penyelamat bangsa.

Sejak berkuasa dua dekade lalu setelah pengunduran diri Boris Yeltsin, popularitas Putin tetaplah tinggi.

Popularitasnya melonjak setelah pencaplokan Krimea oleh Rusia dari Ukraina pada 2014, dengan peringkat persetujuannya mendekati 80 persen.

Meskipun peringkatnya sejak itu merosot - bersama dengan ekonomi - vendor suvenir mengatakan sosok Putin tetaplah populer.

"Putin adalah pemimpin yang kuat. Saya menghormatinya untuk itu," kata Alexander Savenkov, agen real estate berusia 40-an yang memiliki kaus Putin, yang kebanyakan ia pakai di luar negeri.

Alexei Ivanov, direktur perusahaan suvenir Che Guevara spesialis barang dagangan bertema politis, mengatakan keberhasilan suvenir Putin terletak pada kekuatan merek pribadinya.

"Alasan utama suvenir ini populer adalah ketenaran, pengakuan luas dan sikap khusus Rusia terhadap Putin," kata Ivanov.

Seperti 'Korea Utara'

Andrei Stepanov, seorang insinyur berusia 60 tahun yang tinggal dekat kios suvenir, akan sangat senang jika sehari tak melihat pernak-pernik bertema Putin.

"Saya sudah memiliki kesan bahwa saya tinggal di Korea Utara. Putin ada di mana-mana: di TV, di koran, potretnya di setiap gedung resmi dan bahkan di suvenir. Itu terlalu banyak," katanya.

Sementara penjual mungkin senang untuk menguangkan merek Putin, Kremlin telah mengisyaratkan harus ada batasan.

Kremlin telah meluncurkan sebuah situs web untuk menghormati 20 tahun kekuasaan Putin dengan rekaman arsip dari presiden menyanyikan lagu-lagu hit Frank Sinatra atau berpose dengan binatang.

Sama seperti pemerintahannya, pernak-pernik Putin tampaknya akan menjadi andalan hinga tahun-tahun yang akan datang, meninggalkan pertanyaan bagi penjual: berapa lama mereka bisa menjualnya.

"Saya ingin tahu apakah saya akan menjualnya sampai akhir hidup saya," kata Sergei, seorang pedagang berusia 30-an di pusat kota.

"Saya takut itu akan menjadi kenyataan."

[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)