FOTO: Rehat Sore di Lapangan Banteng

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Sabtu, 22/02/2020 16:33 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Dari tempat kerbau berendam sampai terminal bus, Taman Lapangan Banteng menjadi saksi bisu perkembangan kota Jakarta yang pesat.

Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2020. Adanya revitalisasi kawasan Monas menyebabkan sebagian warga memilih Lapangan Banteng sebagai tempat menghabiskan waktu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Lapangan Banteng dulu bernama Waterlooplein. Dalam bahasa Belanda, plein berarti lapangan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Lapangan Banteng dikenal dengan sebutan Lapangan Singa, karena terpancang tugu dengan patung singa di atasnya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Tugu Singa merupakan peringatan kemenangan pertempuran di Waterloo, Belgia, yaitu pertempuran pasukan gabungan Inggris-Belanda-Jerman melawan Napoleon. Namun tugu ini dirobohkan saat Indonesia diduduki Jepang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Setelah Indonesia merdeka, nama Lapangan Singa diganti dengan sebutan Lapangan Banteng. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Selain pertimbangan nasionalisme, nama Lapangan Banteng dipakai juga dengan pertimbangan bahwa di kawasan ini dahulu banyak dijumpai satwa liar, seperti macan, kijang, dan banteng. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ada versi yang menyebutkan bahwa pada zaman Belanda juga pernah disebut Buffelsfeld, yang berarti Lapangan Banteng, karena ada kubangan kubangan besar penuh air bekas galian pembuatan batu bata yang sering menjadi tempat kawanan kerbau berendam. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Seiring perjalanan tahun 70-an Lapangan Banteng ini pernah menjadi terminal bis dalam kota ke penjuru Jabodetabek. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Terminal bis ditutup pada tahun 1985, hingga kini Lapangan Banteng menjadi taman hijau nan asri. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)