6 Pasien Corona Sembuh, Perawat China Menari Balet

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 29/02/2020 19:09 WIB
6 Pasien Corona Sembuh, Perawat China Menari Balet Ilustrasi: Dua orang perawat di Anhui, China merayakan kesembuhan dan keluarnya enam orang pasien virus corona dari rumah sakit dengan menari balet. (Chinatopix via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketika virus corona masih mengancam jiwa, pasien-pasien yang dirawat pun yang berjuang untuk sembuh dalam perawatan petugas kesehatan. Serangkaian doa dan harapan untuk kesembuhan dan berakhirnya wabah ini selalu dipanjatkan.

Kerja keras dan upaya para perawat untuk membantu kesembuhan pasien mulai terlihat nyata. Dalam kasus virus corona ini ada pasien yang sembuh.

Untuk merayakan kesembuhan pasiennya, dua orang perawat di Anhui, China secara serempak langsung menari balet di depan rumah sakit. Ini dilakukan setelah enam pasien yang mereka rawat sudah keluar dari rumah sakit.


Kedua perawat yang masih memakai baju hazmat lengkap dari ujung rambut sampai ujung kaki ini langsung melakukan gerakan balet dan bergerak ke samping sambil mengangkat sedikit gaun rumah sakit yang berwarna biru, seolah-olah memakai tutu. Tak lama, mereka juga menikmati momen kegembiraannya dengan melakukan gerakan berputar dengan kedua tangan terangkat di kepala.

Tarian ini adalah bentuk kegembiraan mereka setelah berhari-hari berada di garis depan penanganan virus corona Covid-19 di China. Mengutip South China Morning Post, lebih dari 32 ribu pasien virus corona sudah keluar dari rumah sakit.

Korban meninggal akibat terinfeksi virus corona di seluruh dunia hingga hari ini, Jumat (28/2) mencapai 2.858 orang.

Sebagian besar korban merupakan warga China,  khususnya di Wuhan, Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran virus corona.

Komisi Kesehatan Nasional mengatakan jumlah korban meninggal di China daratan mencapai 2.788 orang. Dikutip dari AFP, China melaporkan 44 kematian baru dengan 327 kasus baru yang terinfeksi. Angka harian kasus ini dianggap yang terendah dalam sebulan.

Sementara itu berdasarkan data yang diperoleh dari situs pelaporan online worldometers.info, korban meninggal di luar China sebanyak 70 orang yang tersebar di delapan negara. Iran menjadi negara dengan korban meninggal terbanyak setelah China dengan 26 orang dan 245 kasus.

(chs)