Melestarikan Sejarah Pabrik Sepatu Balet Rusia

CNN Indonesia | Selasa, 03/03/2020 11:33 WIB
Bengkel pembuat sepatu balet masih terus eksis di Rusia. Keindahan dan keseimbangan menjadi kunci kepopulerannya. Sepatu pointe balet karya bengkel Nikolay Grishko di Rusia. (Jim Lamberson /Wikimedia Commons
Jakarta, CNN Indonesia -- Sergei Murza menggerakkan jari-jarinya di atas kain satin merah muda dari sepatu pointe balet yang baru saja selesai dibuatnya. Sang pengrajin memberikan tes terakhir: menyeimbangkan sepatu pointe pada ujungnya.

Murza memproduksi sepatu pointe di Grishko, Moskow, perusahaan yang lahir dalam kekacauan runtuhnya Uni Soviet dan sekarang salah satu pembuat sepatu pointe balet top dunia.

Di negara yang lebih dikenal akan ekspor minyak dan senjata, Grishko adalah kisah sukses yang jarang terjadi untuk pengrajin Rusia, sepatunya dijual di seluruh dunia dan menghiasi panggung-panggung balet dunia.


Itu tidak mengejutkan, sang pendiri Nikolay Grishko mengatakan perusahaannya beroperasi saat tradisi balet di Rusia masih sangat kental.

"Di Rusia balet klasik telah mencapai tingkat tertinggi," kata pria berusia 71 tahun itu, yang telah menjalankan perusahaan lebih dari 30 tahun.

Grishko telah melakukan diversifikasi ke pakaian dan jenis sepatu dansa lainnya, tetapi lini sepatu pointe balet adalah hati dan jiwa perusahaannya.

Hampir 80 persen produksinya adalah untuk ekspor. Di Amerika Serikat, sepatunya dijual dengan merk Nikolay. Sementara Jepang menjadi pasar teratas.

Terinspirasi oleh liberalisasi Uni Soviet di bawah Mikhail Gorbachev, Grishko mendirikan perusahaan itu pada tahun 1988.

Tradisi panjang

Grishko merupakan mantan diplomat yang sempat ditempatkan di Laos dan juga profesor ekonomi.

"Istri saya seorang penari ... Saya sudah tahu apa itu sepatu pointe," katanya.

Ketika ia meluncurkan bisnisnya, teater-teater besar Rusia seperti Bolshoi memiliki bengkel-bengkel sendiri.

Tradisi itu sekarang sudah tiada, tetapi keahlian yang dibangun selama berabad-abad hidup di perusahaannya.

"Saya mengambil yang terbaik dari tradisi pointe bikinan Rusia, yang telah dibuat sejak akhir abad ke-19. Tradisi ini diteruskan di bengkel teater tetapi praktis menghilang setelah jatuhnya Uni Soviet pada tahun 1991," kata Grishko yang lahir di Ukraina.

Hari ini ia mempekerjakan lebih dari 500 orang di bengkel-bengkel di Moskow, Republik Ceko, dan Makedonia.

Di Rusia, sepasang pointe Grishko dijual seharga 30 euro (sekitar Rp475 ribu). Harga di barat Eropa sekitar dua kali lipatnya.

Bengkelnya di Moskow bertempat di lahan Hammer & Sickle Factory yang bersejarah, sebuah pabrik baja era Soviet.

Pembuat sepatu di bengkel Grishko bekerja dalam keheningan. Mereka bisa menghasilkan 32 ribu hingga 37 ribu pasang pointe per bulan, hanya menggunakan bahan alami.

Kucing berkeliaran di sekitar meja kerja saat pengrajin memotong kain, membuat lem, merakit sepatu dan mengeringkannya dalam oven, sebelum memeriksa kualitasnya dengan cermat.

Di antara mereka ada sekitar 70 orang yang tuli atau sulit mendengar, kata Irina Sobakina, wakil kepala produksi yang berusia 53 tahun, memuji "tangan mereka yang amat sangat terampil".

Laku dijual

Di bengkel menjahit, Olga Monakhova, yang berusia 56 tahun dan telah bekerja di pabrik selama 27 tahun, mengingat pernah mendapat pesanan dari penari terkenal seperti Anastasia Volochkova dan Nikolay Tsiskaridze.

Di studio balet, penari Alexandra Kirshina menyelesaikan latihan pointe yang dibuat khusus untuknya.

"Kami memakainya terus-menerus, jadi sangat penting untuk mengenakannya dengan sempurna," kata penari solo berusia 28 tahun untuk Moscow Ballet.

"Dulu saya menari dengan pointe plastik lalu punya masalah besar dengan kakiku."

Penari bintang ini dapat menggunakan hingga 30 pasang pointe sebulan, tetapi para penari profesional hanya merupakan 10 persen pembeli Grishko.

Sebagian besar pembeli merupakan murid sekolah balet.

Grishko mengatakan bahwa dia bahkan melihat klien jenis baru: wanita yang lelah dengan "latihan aerobik yang membosankan" dan treadmill, memulai balet untuk tetap bugar.

[Gambas:Video CNN]

(AFP/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK