Bosan Macet, Luxembourg Gratiskan Transportasi Umum

CNN Indonesia | Senin, 02/03/2020 16:15 WIB
Luxembourg menjadi negara pertama di dunia yang menggratiskan transportasi umum. Keramaian jalan raya di Luxembourg. (Istockphoto/LIVINUS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dengan populasi 602 ribu jiwa, Luxembourg adalah salah satu negara terkecil di Eropa, namun menderita kemacetan lalu lintas yang terbilang parah.

Tapi kondisi itu akan segera berubah. Pada 1 Maret 2020 semua angkutan umum - kereta api, trem dan bus - di negara ini bisa ditumpangi secara gratis.

Pemerintah berharap langkah ini akan mengurangi kemacetan yang parah dan membawa manfaat baik bagi lingkungan, kata Dany Frank, juru bicara Kementerian Mobilitas dan Pekerjaan Umum.


Bagi turis, terutama backpacker, gratisnya transportasi umum juga bakal memberi keuntungan tersendiri.

Negara kecil, lalu lintas besar

Luxembourg yang "terkurung" daratan seluas 2.586 kilometer persegi adalah salah satu negara terkaya di Eropa, dengan PDB per kapita tertinggi di Uni Eropa.

Dari ibu kota Luxembourg City, negara tetangga seperti Belgia, Prancis dan Jerman dapat dicapai dengan mobil dalam waktu setengah jam.

Biaya perumahan yang tinggi, terutama di Luxembourg City, membuat lebih dari 180 ribu tenaga kerja pergi dari negara-negara tetangga setiap hari.

"Luxembourg adalah tempat yang sangat menarik untuk bekerja," jelas Geoffrey Caruso, seorang profesor di Universitas Luxembourg dan Institut Penelitian Sosial Ekonomi Luxembourg yang melakukan studi terhadap penggunaan lahan dan transportasi.

Tetapi booming ekonomi dan konsentrasi pekerjaan yang tinggi telah menyebabkan masalah kemacetan, katanya.

Pada 2016, Luxembourg memiliki 662 mobil per 1.000 orang, dan mengemudi adalah "sarana transportasi utama" bagi para warga, menurut laporan 2017 oleh Kementerian Pembangunan Berkelanjutan dan Infrastruktur.

Di tahun itu, pengemudi di Luxembourg City menghabiskan rata-rata 33 jam dalam kemacetan lalu lintas.

Itu lebih buruk daripada kota-kota Eropa lain seperti Copenhagen dan Helsinki, yang memiliki ukuran populasi yang sebanding dengan Luxembourg, namun pengemudi di kedua negara itu hanya menghabiskan rata-rata 24 jam dalam lalu lintas.

Lahan parkir dan pusat transportasi di sekitar perbatasan Luxembourg akan mendorong pendatang untuk menggunakan angkutan umum gratis, menurut Frank.

Transportasi gratis untuk semua

Sistem transportasi umum Luxembourg mencakup seluruh negara dan beroperasi dengan dana US$562 juta per tahun.

Setiap tahun, transportasi umum menghasilkan sekitar US$46 juta dari penjualan tiket, menurut kementerian.

Pemerintah telah menganggarkan dana untuk menggratiskan transportasi umum, kata Frank.

"Negara saat ini dalam kondisi sangat baik. Kami, pemerintah, ingin rakyat mendapat manfaat dari ekonomi yang baik."

Caruso prihatin bahwa membuat transportasi gratis mungkin bisa mengubah kebiasaan orang yang biasanya berjalan kaki atau bersepeda di daerah perkotaan.

"Daripada berjalan 500 meter, Anda melihat bus datang dan Anda berkata, 'Saya (bisa) naik dan bepergian sejauh 500 meter karena gratis,'" katanya.

Dia menambahkan, bagaimanapun, bahwa skema baru ini dapat menandakan perubahan penting akan ketergantungan warga Luxembourg pada kendaraan bermotor pribadi.

"(Pemerintah) mungkin mengatakan, 'Sebaiknya tak lagi menggunakan mobil Anda karena kami membuat transportasi umum gratis' - dan ini mungkin bakal mengubah gaya hidup warga Luxembourg lebih baik."

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK