Daftar Negara yang Terapkan Travel Ban Akibat Virus Corona

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 16:01 WIB
Bagi yang hendak keluar negeri, sebaiknya menghubungi pihak maskapai dan imigrasi negara setempat untuk pembaruan travel ban terkait virus corona. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- (Artikel ini mengalami pembaruan pada Senin 23 Maret 2020)

Bagi yang berencana melakukan perjalanan keluar negeri di tengah wabah virus corona COVID-19 tahun ini, ada baiknya segera menghubungi pihak maskapai penerbangan dan imigrasi negara setempat untuk mengetahui aturan terbaru tentang pembatasan perjalanan.

Berikut informasi negara dengan aturan pembatasan perjalanannya yang terkini, seperti yang dikutip dari CNN Travel pada Senin (16/3):



Uni Eropa

Menyusul pertemuan Selasa (17/3), anggota Dewan Eropa bersama dengan Presiden ECB, Presiden Eurogroup dan Perwakilan Tinggi sepakat untuk memperkuat perbatasan eksternal Uni Eropa dengan membatasi perjalanan yang bukan darurat ke Uni Eropa selama 30 hari.

Akan ada beberapa pengecualian, termasuk anggota keluarga warga negara Eropa, staf penting seperti dokter dan perawat, dan orang-orang yang mengangkut barang ke Uni Eropa.

Warga negara yang perlu pulang negara asalnya juga akan dibebaskan dari penutupan perbatasan.

Amerika Serikat

Pada hari Sabtu (14/3), Wakil Presiden AS Mike Pence mengumumkan bahwa perjalanan dari Inggris dan Irlandia akan ditangguhkan mulai Senin (16/3) malam.

Ini merupakan tambahan terhadap larangan AS sebelumnya yang berlaku untuk 26 negara di zona pergerakan bebas Area Schengen: Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Trump mengatakan pada hari Rabu (11/3) bahwa akan ada "pengecualian untuk orang Amerika yang telah menjalani pemeriksaan yang sesuai."

Kemudian, panduan yang dikeluarkan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri mengklarifikasi larangan itu tidak berlaku untuk warga negara Amerika atau anggota keluarga mereka.

Penumpang yang telah berada di China dan Iran dalam 14 hari terakhir tidak akan diizinkan masuk.

Warga AS yang telah berada di China dalam 14 hari terakhir dapat memasuki AS, tetapi akan diarahkan melalui satu dari 11 bandara tempat mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan, termasuk Bandara Atlanta, Chicago, Dallas, Detroit, Honolulu, Los Angeles, New York (JFK atau EWR), San Francisco, Seattle dan Washington.

Presiden Trump mengonfirmasi di Twitter pada 18 Maret bahwa Kanada dan Amerika Serikat akan menutup perbatasan mereka untuk perjalanan yang bukan darurat.

Di negara bagian Hawaii, AS, Gubernur David Ige pada konferensi pers 17 Maret mengatakan bahwa pelancong harus mempertimbangkan kembali rencana liburan mereka hingga sebulan ke depan.

Warga California, negara bagian terpadat di negara itu, telah diperintahkan untuk tinggal di rumah.

Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan larangan perjalanan 'Level 4: Do Not Travel Advisory' di seluruh dunia pada 19 Maret.

Pemerintah AS juga telah menunda penerbitan visa kunjungan untuk sementara.


Argentina

Argentina telah menetapkan penguncian negara (lockdown).

Warga diizinkan keluar rumah untuk kebutuhan dasar seperti berbelanja kebutuhan sehari-hari atau janji dengan dokter, tetapi polisi akan berpatroli di jalan-jalan dan mereka yang tidak memiliki alasan kuat untuk berada di luar rumah akan dihukum.

Australia

Mulai 20 Maret 2020 pemerintah Australia tidak lagi mengizinkan penduduk non-Australia masuk ke negara mereka, kecuali anggota keluarga langsung warga Australia.

Warga Australia di luar negeri masih dapat kembali ke negara itu, tetapi akan dikenakan isolasi 14 hari pada saat kedatangan.

Pada 18 Maret 2020, pemerintah Australia menerbitkan larangan perjalanan Level 4 yang berarti "jangan bepergian" sehingga tidak ada lagi kasus baru yang masuk.

Austria

Austria telah memperkenalkan pemeriksaan perbatasan dan melarang semua kedatangan dari Italia, Provinsi Hubei China, Iran dan Korea Selatan, dengan pengecualian mereka yang memiliki sertifikat kesehatan tidak lebih dari empat hari yang menegaskan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh virus corona.

Namun, perjalanan melalui Austria dimungkinkan, selama tidak ada pemberhentian di negara ini.

Bolivia

Penerbangan internasional dan nasional ke Bolivia akan ditangguhkan mulai 20 Maret.

Perbatasan negara itu akan ditutup mulai 19 Maret, dengan hanya warga negara Bolivia, penduduk, dan perdagangan yang diizinkan masuk.

Kamboja

Mulai 17 Maret, Kamboja memberlakukan larangan masuk terhadap pendatang (kecuali warga negara) yang tiba dari Italia, Jerman, Spanyol, Prancis, dan AS selama 30 hari.

Kanada

Kanada akan menolak masuk ke orang-orang yang bukan warga negara Kanada, warga negara AS, atau penduduk tetap, Perdana Menteri Justin Trudeau mengumumkan pada konferensi pers di Ottawa pada 16 Maret.

Presiden Trump mengonfirmasi di Twitter pada 18 Maret bahwa Kanada dan Amerika Serikat akan menutup perbatasan mereka untuk perjalanan yang bukan darurat.

Cape Verde

Pada 17 Maret, Perdana Menteri José Ulisses Correia e Silva mengumumkan penangguhan tiga minggu untuk semua penerbangan yang masuk dari Portugal dan semua negara Uni Eropa yang terkena pandemi, dan dari AS, Brasil, Senegal, dan Nigeria.

Pengecualian penerbangan untuk penduduk yang ingin pulang.

China


Semua orang yang tiba di Beijing dari tujuan di luar negeri harus menjalani karantina 14 hari wajib di fasilitas yang ditunjuk. Biaya proses ini akan ditanggung sendiri oleh pelancong.

Sementara itu, pelancong bisnis internasional diharuskan menginap di sejumlah hotel tertentu di Beijing tempat mereka akan dites kesehatan. Mereka tidak akan diizinkan pergi sampai hasil tes mereka dikembalikan.

Di seluruh negeri, penumpang yang tiba dari Iran, Italia, Jepang atau Korea dan bepergian ke Beijing, Guangzhou atau Shanghai akan dikenakan karantina selama 14 hari.

Shanghai telah membuat daftar 12 negara wajib dikarantina selama 14 hari.

"Mulai sekarang, semua pelancong yang telah berada di Korea Selatan, Italia, Iran, Jepang, Prancis, Spanyol, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Swiss, Swedia, harus dikarantina sendiri selama 14 hari," kata pernyataan dari pemerintah kota.

Pada 19 Maret, pihak berwenang China mengumumkan bahwa beberapa penerbangan internasional menuju Beijing akan dialihkan ke kota-kota terdekat untuk pemeriksaan kesehatan dalam beberapa hari mendatang.

Kolombia


Penumpang yang tiba dari China, Prancis, Italia atau Spanyol diwajibkan mengisi formulir pendaftaran kesehatan pada saat kedatangan dan karantina mandiri selama 14 hari.

Presiden Kolombia Ivan Duque juga mengumumkan di Twitter bahwa negara itu akan menutup perbatasannya dengan Venezuela pada 14 Maret.

Kroasia

Selain warga negara Kroasia, penumpang dan awak pesawat yang telah berada di Provinsi Hubei China, Kabupaten Heinsberg Jerman, Iran, Italia, atau Kota Daegu Korea Selatan dan provinsi Cheongdo dalam 14 hari terakhir akan ditempatkan di karantina selama 14 hari.

Warga negara akan diminta untuk mengisolasi diri secara mandiri.

Selain warga negara Kroasia, penumpang dan awak pesawat yang sempat ke China dan Korea Selatan, Hong Kong, Jepang dan Singapura akan diminta untuk mengisolasi diri selama 14 hari.

Republik Ceko

Pada hari Kamis (12/3), Republik Ceko mendeklarasikan keadaan darurat selama 30 hari dan melarang masuknya pendatang dari negara yang terkena virus corona, sekaligus menutup sebagian perbatasannya.

Perjalanan ke negara-negara berisiko tinggi juga dilarang.

Larangan itu berlaku untuk pendatang dari China, Korea Selatan, Iran, Italia, Spanyol, Austria, Jerman, Swiss, Swedia, Inggris, Norwegia, Denmark dan Prancis, dan akan mulai berlaku pada hari Sabtu (21/3), kata Radio Prague International.

Mesir

Mesir akan menangguhkan semua penerbangan masuk dan keluar dari bandara Mesir selama dua minggu mulai 19 Maret, media pemerintah melaporkan.

Jerman

Warga negara Uni Eropa tidak lagi diizinkan bepergian ke Jerman dengan pesawat atau kapal dari Austria, Spanyol, Italia, Swiss, Luksemburg, dan Denmark, kecuali jika ada "alasan mendesak untuk bepergian".

Wisatawan yang datang dari negara Uni Eropa hanya dapat mendarat di bandara Jerman jika mereka bepergian dari tujuan awal ke negara asal mereka.

Jerman menerapkan kembali kontrol perbatasan dengan Austria, Prancis, Swiss, Denmark dan Luksemburg pada 15 Maret.

Denmark

Penutupan perbatasan akan berlaku di Denmark mulai 14 Maret hingga 13 April. Warga Denmark dan mereka yang melakukan transportasi barang masih bisa masuk ke negara itu.

Perdana Menteri Mette Frederiksen mengumumkan langkah-langkah tersebut, dengan mengatakan: "Kami berada di wilayah yang belum dipetakan. Kami sedang melakukan sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya."

Menambahkan "Saya yakin kita bisa melewati ini bersama."

Yunani

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengumumkan di Twitter pada 1 Maret bahwa negara itu tidak akan menerima aplikasi suaka baru untuk setidaknya satu bulan karena wabah virus corona.

Langkah ini adalah untuk "meningkatkan tingkat pencegahan" di perbatasan negara "secara maksimal."

Haiti

Mulai tengah malam waktu setempat pada 16 Maret, Haiti menangguhkan penerbangan dari Eropa, Kanada, Republik Dominika dan Amerika Latin selama dua minggu ke depan, Perdana Menteri Joseph Jouthe mengumumkan di Twitter.

Penerbangan dari Amerika Serikat masih akan diizinkan.

Hong Kong

Mulai 19 Maret, Hong Kong akan mengharuskan semua pelancong yang datang dari luar negeri dikarantina selama 14 hari di rumah.

Kota ini juga akan mengeluarkan peringatan perjalanan ke daratan China, Taiwan, dan Makao.

Hungaria

Warga negara Iran, selain awak pesawat, tidak diizinkan memasuki negara ini.

India


Semua pelancong dari Uni Eropa, Islandia, Liechtenstein, Norwegia, Swiss, Turki dan Inggris dilarang memasuki India mulai tengah malam pada 18 Maret waktu setempat.

Saat ini, semua visa turis ditangguhkan dan karantina 14 hari diberlakukan pada semua wisatawan, termasuk warga negara India yang kembali, datang dari atau telah mengunjungi Cina, Prancis, Jerman, Iran, Italia, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar dan Oman.

Indonesia

Terlepas dari warga negara dan penduduk Indonesia, penumpang dan awak pesawat yang telah berada di China, Italia, Korea Selatan dan Iran dalam 14 hari terakhir tidak diperbolehkan masuk atau transit melalui Indonesia.

Italia


Penumpang dengan visa turis tidak diizinkan masuk melalui bandara di area berikut: Alessandria, Asti, Lombardy, Modena, Novara, Padova, Parma, Pesaro dan Urbino, Piacenza, Reggio Emilia, Rimini, Treviso-Venice, Verbano-Cusio-Ossola dan Vercelli.

Jepang

Jepang melarang masuknya penumpang yang sempat ke China, Korea Selatan atau Italia dalam 14 hari terakhir.

Warga negara Jepang dikecualikan, seperti pasangan dan anak-anak mereka, jika hubungan keluarga mereka diverifikasi.

Warga negara disarankan untuk tidak bepergian ke Islandia, serta beberapa provinsi di Italia, Spanyol, dan Swiss.

Yordania

Perdana Menteri Yordania Omar al Razaz pada hari Sabtu (14/3) mengumumkan penangguhan semua perjalanan udara masuk dan keluar ke kerajaan mulai 17 Maret sampai pemberitahuan lebih lanjut dengan pengecualian kargo udara.

Razaz mengumumkan penutupan semua perbatasan darat, laut, dan udara bagi para pelancong, kecuali para anggota misi diplomatik dan organisasi internasional yang akan dikecualikan selama mereka mematuhi ketentuan-ketentuan Departemen Kesehatan selama 14 hari karantina mandiri.

Laos

Laos telah menutup semua perbatasan darat dan menangguhkan visa-on-arrival dan aplikasi e-visa, lapor Kantor Berita Lao.

Makau

Pemerintah Makau telah memperkenalkan beberapa langkah pencegahan COVID-19, termasuk menolak masuknya pengunjung yang berkunjung ke provinsi Hubei, China, dalam dua minggu terakhir, kecuali mereka dapat memberikan sertifikat medis yang menyatakan bahwa mereka belum terinfeksi virus corona.

Wisatawan yang telah mengunjungi Korea Selatan, Italia atau Iran dalam 14 hari sebelum kedatangan mereka diharuskan untuk melakukan pengamatan medis selama dua minggu di tempat yang ditunjuk.

Mereka yang telah melakukan perjalanan ke Jerman, Prancis, Spanyol, dan Jepang dalam waktu 14 hari setelah kedatangan harus menyerahkan pemeriksaan medis serta observasi medis 14 hari di tempat yang ditunjuk.

Penduduk Makau di daerah yang terkena dampak akan diminta untuk mengisolasi diri selama dua minggu setelah mereka kembali dari luar negeri.

Malaysia

Mulai 18 Maret, warga negara akan dilarang bepergian ke luar negeri, berikut pendatang yang dilarang masuk ke negara itu.

Maroko

Maroko telah menangguhkan semua penerbangan internasional ke dan dari wilayahnya "sampai pemberitahuan lebih lanjut" sebagai bagian dari langkah-langkah untuk mengatasi virus corona, Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan, Minggu (15/3).

Itu terjadi sehari setelah kerajaan Afrika utara mengatakan mereka menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Jerman, Belanda, Portugal dan Belgia.


Selandia Baru

Selandia Baru melarang masuk pendatang kecuali warga negara, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan dalam konferensi pers pada hari Rabu (18/3).

Larangan perjalanan juga berlaku bagi mereka yang datang dari Kepulauan Pasifik, yang sebelumnya telah dibebaskan dari pembatasan ini.

Aturan ini juga mempengaruhi perjalanan penduduk antara Selandia Baru dan Australia, yang biasanya dapat melakukan perjalanan bolak-balik tanpa visa.

"Yang bisa dimaklumi ialah perjalanan dari dan ke Samoa dan Tonga untuk urusan kemanusiaan," kata Ardern.

Pasangan warga Selandia Baru, wali sah atau anak-anak tanggungan yang bepergian bersama mereka juga dapat pulang ke Negara Kiwi.

Nigeria

Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria mengunggah status Twitter pada 18 Maret bahwa pemerintah Nigeria "membatasi masuknya" pelancong dari China, Italia, Iran, Korea Selatan, Spanyol, Jepang, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, Norwegia, Inggris, Belanda dan Swiss.

Visa pada saat kedatangan juga akan ditangguhkan untuk pelancong dari negara-negara itu.

Pembatasan mulai berlaku pada 20 Maret.

"Semua pelancong yang kembali dari negara-negara ini sebelum pembatasan akan berada dalam isolasi diri yang diawasi, dipantau oleh NCDC dan Layanan Kesehatan Pelabuhan."

Norwegia

Siapa pun yang bepergian ke Norwegia dari luar wilayah Nordik harus melakukan isolasi diri selama dua minggu, menurut Direktorat Kesehatan Norwegia.

Pembatasan diberlakukan 12 Maret dijadwalkan berlangsung hingga 26 Maret.

Peru

Mulai 16 Maret, Peru untuk sementara menangguhkan penerbangan dari dan ke Eropa dan Asia untuk periode 30 hari

Filipina

Filipina telah menyatakan kondisi darurat selama enam bulan ke depan.

Maskapai Cebu Pacific membatalkan semua penerbangan - domestik dan internasional - mulai 19 Maret hingga 14 April.

Di Luzon, pulau terbesar di kepulauan ini, semua transportasi umum massal telah ditangguhkan.

Rusia

Warga negara China, Hong Kong, Makau, Iran dan Italia tak diizinkan masuk di Rusia, tetapi pengecualian dibuat untuk awak maskapai dan warga negara asing yang tinggal di Rusia.

Penumpang yang telah berada di China, Prancis, Jerman, Korea Selatan atau Spanyol dan berencana untuk tinggal di Moskow harus melaporkan diri kepada pihak berwenang melalui telepon dan karantina mandiri selama 14 hari.

Rusia akan menutup perbatasannya dengan Belarusia karena pandemi itu, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin mengatakan 16 Maret, menyusul penutupan sebelumnya perbatasan daratnya dengan China.

Rwanda

Maskapai penerbangan nasional RwandAir menangguhkan semua penerbangan selama 30 hari, dimulai tengah malam pada 20 Maret.

Samoa

Samoa mengharuskan semua kedatangan, termasuk penduduk, untuk menjalani pemeriksaan medis dalam waktu tiga hari sebelum kedatangan.

Arab Saudi

Arab Saudi akan menutup semua penerbangan domestik dan transportasi umum - termasuk bus, taksi, dan kereta api - selama 14 hari mulai 21 Maret, kantor berita negara SPA melaporkan.

Negara ini telah menangguhkan semua penerbangan internasional selama dua minggu mulai 15 Maret.

Afrika Selatan

Pada 20 Maret, South African Airways mengumumkan bahwa mereka menangguhkan semua penerbangan internasional hingga 31 Mei 2020.

Spanyol

Keadaan darurat dan penguncian negara (lockdown) telah diumumkan di Spanyol, termasuk pembatasan perjalanan masuk dan keluar dari negara itu.

Perbatasan antara Spanyol dan Portugal ditutup, sehingga hanya sembilan penyeberangan aktif terbuka untuk transit produk dan pekerja yang mendapat izin.

Singapura

Semua pelancong yang memasuki Singapura dengan sejarah perjalanan baru-baru ini ke negara-negara ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara), Jepang, Swiss atau Inggris dalam 14 hari terakhir wajib menjalani karantina mandiri selama 14 hari dan harus memberikan bukti tempat mereka akan tinggal.

Sri Lanka

Sri Lanka telah menangguhkan semua penerbangan yang tiba di negara itu selama dua minggu, efektif tengah malam pada 18 Maret 2020.

Korea Selatan

Pengunjung yang telah berada di Provinsi Hubei China dalam 14 hari terakhir, dan pemegang paspor dari wilayah itu, tidak diizinkan masuk.

Visa Korea yang dikeluarkan oleh Konsulat Wuhan di Provinsi Hubei tidak berlaku, demikian pula visa yang dikeluarkan untuk warga negara Jepang (di Misi Diplomatik Korea di Jepang) sebelum 9 Maret 2020.

Semua pendatang harus menjalani pemeriksaan suhu saat memasuki negara. Orang dengan gejala virus corona akan diminta untuk mengambil tes diagnostik dan karantina selama 14 hari.

Mulai 22 Maret 2020, Korea Selatan mengatakan akan melakukan tes kesehatan bagi setiap pendatang dari Eropa.

Taiwan

Taiwan melarang masuknya warga negara asing, kecuali mereka yang memiliki izin tinggal, diplomatik atau bisnis, atau lainnya dengan izin khusus, per 18 Maret 2020.

Wisatawan yang datang ke pulau tersebut akan dikenakan karantina di rumah selama 14 hari.

Thailand


Thailand meminta sertifikat kesehatan dari semua pelancong yang datang, Otoritas Penerbangan Sipil negara itu mengumumkan pada 19 Maret 2020.

Maskapai wajib memeriksa riwayat perjalanan penumpang, sertifikat kesehatan yang dikeluarkan dalam waktu 72 jam yang menyatakan bahwa penumpang tidak berisiko terinfeksi, dan bukti asuransi kesehatan yang mencakup setidaknya US$100 ribu.

Thailand telah menangguhkan kebijakan pembebasan visanya untuk pelancong dari Hong Kong, Korea Selatan dan Italia, sementara visa kedatangan telah dihentikan untuk 18 negara: Bulgaria, Bhutan, Siprus, Etiopia, Fiji, Georgia, India, Kazakhstan, Malta, Meksiko, Nauru, Papua Nugini, Rumania, Rusia, Arab Saudi, Uzbekistan, Vanuatu, dan China.

Wisatawan yang datang dari negara-negara terpapar harus mengizinkan pemerintah melacak keberadaan mereka melalui aplikasi yang disematkan pada ponsel mereka.

Turki


Turki telah menghentikan perjalanan ke dan dari sembilan negara Eropa: Jerman, Spanyol, Prancis, Austria, Norwegia, Denmark, Swedia, Belgia, dan Belanda.

Pendatang dari negara-negara itu tidak diizinkan masuk ke negara ini.

Pendatang yang telah transit atau berada di Austria, Belgia, China, Denmark, Prancis, Jerman, Iran, Irak, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Korea Selatan atau Swedia dalam 14 hari terakhir tidak diizinkan masuk atau transit melalui Turki.

Namun warga negara Turki dan pemegang izin menetap dikecualikan.

Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab telah menangguhkan penerbitan semua visa turis, izin kerja, serta izin masuk bagi pemegang visa menetap.

Semua penduduk untuk sementara dilarang bepergian ke luar negeri.

Inggris

Pada 19 Maret, juru bicara Perdana Menteri Borish Johnson mengatakan "belum ada rencana" untuk menutup jaringan transpornya.

Namun, otoritas transportasi kota telah menutup sebagian jaringan kereta bawah tanah di London demi social distancing.

Ukraina

Ukraine International Airlines telah menangguhkan semua penerbangan internasional mulai 17 Maret hingga 31 Maret 2020, mengikuti keputusan pemerintah Ukraina untuk sementara waktu melarang masuknya orang yang bukan warga negara atau penduduk Ukraina.

Vietnam

Wisatawan yang telah berada di 26 negara Eropa di Area Schengen, ditambah Inggris, dalam 14 hari terakhir tidak akan diizinkan masuk atau transit melalui Vietnam.

Visa pada saat kedatangan juga tidak akan lagi dikeluarkan untuk semua warga negara asing, menurut pernyataan pemerintah yang dikeluarkan Sabtu (14/3).

Pembatasan perjalanan akan berlangsung 30 hari ke depan.


[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK