FOTO: Jaga Jarak Cegah Corona ala Barista Thailand

AFP, CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 08:58 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Barista di kafe-kafe Thailand tak sepenuhnya berhenti melayani. Mereka menggunakan boks-boks untuk mengantarkan kopi dan mengambil uang dari pelanggan.

Seorang barista atau peracik kopi di kafe Art of Coffee menggunakan sistem katrol untuk memberikan uang kembalian pada pelanggan yang membeli kopi. Sistem ini digunakan untuk menjaga jarak dan mencegah penyebaran virus corona yang menyebabkan COVID 19. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Pandemi Corona saat ini memang telah menjangkiti 180 negara di dunia. Thailand dengan industri pariwisatanya jadi salah satu negara yang terdampak sejak Januari, dan saat ini memiliki 722 kasus positif. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Dari 722 kasus tersebut, hampir separuhnya ditemukan dalam tujuh hari ke belakang, meningkatkan kecemasan warga bahwa wabah mulai menyebar luas. Warga kota Bangkok pun mulai mengambil sikap hati-hati, terutama di tempat umum seperti kafe.  (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Untuk mengatasi rasa takut, para pegawai di Art of Coffee ini menerapkan jarak aman 1 meter dari pelanggan. Mereka pun memutar otak untuk bisa memberikan kopi dan uang kembalian dengan cara yang aman. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Sang pemilik kafe menyebut ide ini datang dari China. Ide social distancing (jaga jarak fisik) diyakini aman untuk mencegah penyebaran wabah. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Selain menerapkan sistem tersebut, kafe tersebut juga meminta para pelanggan untuk menggunakan sistem pembayaran elektronik atau kartu, agar para pegawai tak mengambil risiko menyentuh uang kertas dan koin. Virus corona diyakini bisa menempel di kertas dan logam selama beberapa jam. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Para pelanggan mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan pemilik kafe. Mereka juga senang karena kafe menyediakan hand sanitizer untuk setiap orang. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)
Hingga saat ini lebih dari 370 ribu orang di seluruh dunia terinfeksi corona. WHO pun sejak akhir Februari lalu telah menyatakan corona sebagai pandemi. (Lillian SUWANRUMPHA / AFP)