Mengenal Kanker Tenggorokan yang Diderita Ibunda Jokowi

tim, CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 10:45 WIB
Mengenal Kanker Tenggorokan yang Diderita Ibunda Jokowi Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo meninggal karena kanker tenggorokan yang dideritanya sejak 4 tahun lalu. (ANTARAFOTO/DHONI SETIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo berpulang pada Rabu (25/3) kemarin. Pihak Istana Kepresidenan memastikan Sujiatmi meninggal bukan karena infeksi virus corona, melainkan kanker tenggorokan.

"Beliau sudah lama sakit kanker tenggorokan," ungkap Staf Khusus Presiden Dini Shanti Purwono melalui pesan singkat, Rabu (25/3).

Kanker tenggorokan merupakan kanker yang berkembang pada jaringan tenggorokan. Melansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, kanker timbul karena sel-sel di tenggorokan mengalami mutasi genetik. Mutasi mengakibatkan sel yang tumbuh tidak terkendali dan terus hidup setelah sel-sel sehat mati. Sel pun membentuk tumor di tenggorokan. Gejala kanker tenggorokan bisa bervariasi dan tidak sama pada tiap penderita.


Gejala kanker tenggorokan antara lain, perubahan suara misalnya serak, bicara tidak jelas, batuk kronis, sulit menelan, sakit tenggorokan, telinga sakit atau berdengung, timbul benjolan, penurunan berat badan tanpa ada penyebab yang jelas, juga pembengkakan pada mata, rahang, tenggorokan atau leher.



Penyebab kanker belum diketahui secara pasti. Namun mengutip dari Alodokter, ada sejumlah faktor risiko yang bisa memicu kanker tenggorokan yakni, kebiasaan merokok, kecanduan alkohol, infeksi HPV (human papillomavirus), penyakit asam lambung (GERD), kesehatan gigi tidak terjaga, kondisi imun lemah misal akibat HIV/AIDS, malnutrisi atau konsumsi obat imunosupresan, juga ada penyakit keturunan.

Tahap pengobatan akan bergantung pada stadium kanker serta kondisi kesehatan secara keseluruhan. Umumnya pengobatan dilakukan dengan radioterapi, kemoterapi, operasi dan terapi obat tertarget.

Akan tetapi, kunci dari penanganan kanker tenggorokan adalah deteksi dini. Jika timbul gejala seperti di atas, sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Jenis pemeriksaan yang akan dilakukan yakni, nasoendoskopi (melihat kondisi tenggorokan dengan alat berkamera), biopsi jaringan (mengambil sampel jaringan untuk dicek di laboratorium), dan pemindaian dengan foto rontgen, CT Scan MRI atau PET Scan. Ini untuk menentukan tingkat penyebaran kanker.


Ibunda Jokowi, Sujiatmi meninggal di RST Tingkat III Slamet Riyadi Surakarta, Solo, Rabu (25/3) pukul 16.45 WIB. Jenazah ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo rencananya dimakamkan di Pemakaman Keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Jenazah akan dimakamkan Kamis (26/3) siang pukul 13.00 WIB. (els/chs)