Virus ini sebenarnya bukan barang baru dalam dunia virologi. Virus ini ada jauh sebelum SARS-CoV-2 menjadi pandemi di dunia. Virus hanta merupakan keluarga virus yang menyebar lewat tikus dan menimbulkan berbagai sindrom penyakit pada manusia.
Virus hanta dapat menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan atau dikenal dengan istilah medis hantavirus pulmonary syndrome (HPS). Virus hanta lainnya dapat juga menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anda juga tak perlu khawatir, sebab penyakit akibat virus hanta tak menular antar-manusia.
Tanda dan Gejala HPS Akibat Virus Hanta
Jumlah kasus HPS tergolong sedikit, sehingga masa inkubasi tidak diketahui secara pasti. Berdasarkan informasi yang terbatas, gejala berkembangnya virus berlangsung antara 1-8 minggu setelah terpapar urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.
Gejala awal virus hanta:
- demam
- kelelahan
- nyeri otot, terutama pada otot besar seperti paha, pinggul, punggung, dan bahu.
Gejala lanjut:
Sekitar 4 hingga 10 hari setelah gejala awal, muncul gejala lanjutan berupa batuk dan sesak napas.
Virus hanta yang menyebabkan HPS ini tergolong penyakit yang berakibat fatal dengan tingkat kematian 38 persen.
Jika Anda pernah terpapar dengan urine, kotoran, dan liur tikus, lalu merasakan tanda dan gejala virus hanta, segera bawa ke rumah sakit dan informasikan pada dokter.
[Gambas:Video CNN]
(ptj/asr)