Mengenal Gejala Virus Hanta yang Tak Menular Antar-Manusia

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 09:20 WIB
Mengenal Gejala Virus Hanta yang Tak Menular Antar-Manusia Ilustrasi. Virus hanta menyebar melalui cairan tikus. (Meditations/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belum usai virus corona penyebab Covid-19, muncul virus hanta yang dikabarkan membuat seseorang di China meninggal dunia. Virus hanta lantas membuat panik warganet dengan menggaungkan tagar #Hantavirus. Kenali tanda dan gejala virus hanta.

Virus ini sebenarnya bukan barang baru dalam dunia virologi. Virus ini ada jauh sebelum SARS-CoV-2 menjadi pandemi di dunia. Virus hanta merupakan keluarga virus yang menyebar lewat tikus dan menimbulkan berbagai sindrom penyakit pada manusia.

Virus hanta dapat menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan atau dikenal dengan istilah medis hantavirus pulmonary syndrome (HPS). Virus hanta lainnya dapat juga menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS).


Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan, setiap serotipe virus hanta memiliki inang pada spesies hewan pengerat. Virus ini lalu ditularkan kepada manusia melalui cairan yang terdapat di udara yang dikeluarkan hewan dalam urine, tinja, dan air liur. Dapat pula melalui gigitan hewan yang terinfeksi virus hanta.

Anda juga tak perlu khawatir, sebab penyakit akibat virus hanta tak menular antar-manusia.

Tanda dan Gejala HPS Akibat Virus Hanta

Jumlah kasus HPS tergolong sedikit, sehingga masa inkubasi tidak diketahui secara pasti. Berdasarkan informasi yang terbatas, gejala berkembangnya virus berlangsung antara 1-8 minggu setelah terpapar urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi.

Gejala awal virus hanta:
- demam
- kelelahan
- nyeri otot, terutama pada otot besar seperti paha, pinggul, punggung, dan bahu.

Setengah dari orang yang terinfeksi virus hanta juga merasakan sakit kepala, pusing, kedinginan, dan masalah perut seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Gejala lanjut:
Sekitar 4 hingga 10 hari setelah gejala awal, muncul gejala lanjutan berupa batuk dan sesak napas.

Virus hanta yang menyebabkan HPS ini tergolong penyakit yang berakibat fatal dengan tingkat kematian 38 persen.

Jika Anda pernah terpapar dengan urine, kotoran, dan liur tikus, lalu merasakan tanda dan gejala virus hanta, segera bawa ke rumah sakit dan informasikan pada dokter.

[Gambas:Video CNN]

(ptj/asr)