Australia Uji Coba Vaksin BCG untuk Hadapi Covid-19

tim, CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 08:31 WIB
Peneliti Australia melakukan metode lacak cepat untuk menguji vaksin tbc kepada manusia untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus corona. Ilustrasi: Peneliti Australia melakukan metode lacak cepat untuk menguji vaksin tbc kepada manusia untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus corona.(Istockphoto/ Scyther5)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti Australia melakukan metode lacak cepat untuk menguji vaksin kepada manusia dalam skala besar. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah vaksin yang digunakan selama beberapa dekade untuk mencegah TBC bisa melindung petugas kesehatan dari Covid-19.

Peneliti i Murdoch Children's Research Institute di Melbourne mengungkapkan bahwa uji coba vaksin BCG akan dilakukan kepada 4 ribu petugas kesehatan di rumah sakit di seluruh Australia untuk melihat apakah vaksin tersebut bisa mengurangi gejala Covid-19.

"Meskipun awalnya dikembangkan melawan TBC, dan masih diberikan kepada lebih dari 130 juta bayi setiap tahun untuk tujuan itu, BCG juga meningkatkan kekebalan 'garis depan' manusia, melatihnya untuk merespons kuman dengan intensitas lebih besar," kata mereka dalam sebuah pernyataan dikutip dari AFP.


"Kami berharap dapat melihat penurunan prevalensi dan keparahan gejala Covid-19 pada petugas layanan kesehatan yang menerima vaksinasi BCG," kata ketua peneliti Nigel Curtis.



Dia mengatakan 4.000 subyek akan didaftarkan dalam uji coba dalam beberapa minggu di bawah proses yang dilacak cepat dengan persetujuan otoritas kesehatan negara bagian dan federal. "Jamnya pasti berdetak," katanya.

Uji coba serupa sedang dilakukan di beberapa negara lain termasuk Belanda, Jerman dan Inggris.

"Percobaan ini akan memungkinkan efektivitas vaksin terhadap gejala Covid-19 untuk diuji dengan benar, dan dapat membantu menyelamatkan nyawa petugas kesehatan garis depan heroik kami," kata Kathryn North, direktur Institut Murdoch.

Melansir Science, vaksin umumnya meningkatkan respons imun spesifik terhadap patogen yang ditargetkan, seperti antibodi yang mengikat dan menetralkan satu jenis virus. Menurut penelitian klinis dan pengamatan yang diterbitkan selama beberapa dekade oleh peneliti Denmark Peter Aaby dan Christine Stabell Benn, BCG juga dapat meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan patogen selain bakteri TB.


Melalui percobaan ini para peneliti berharap bisa meningkatkan kekebalan bawaan manusia terhadap gejala Covid-19. Hal ini juga disebut akan memberi waktu tambahan untuk mengembangkan vaksin yang spesifik untuk melawan virus corona.

Langkah peneliti untuk menggunakan BCG masih memerlukan studi dan pertimbangan. Sebab, Organisasi Kesehatan Dunia menilai temuan peneliti Denmark memerlukan pengujian lebuh lanjut. (chs)