Ahli politik dan kebijakan publik Northeastern University, Daniel Aldrich mengatakan bahwa istilah 'social distancing' agak menyesatkan dan bisa disalahartikan.
"Upaya yang dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus corona harus mendorong penguatan ikatan sosial dengan tetap menjaga jarak fisik," ujar Aldrich, mengutip The Washington Post.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:7 Tips Merawat Kulit Selama Work From Home |
"Padahal pandemi Covid-19 kemungkinan akan berlangsung beberapa waktu ke depan dan kita perlu merasa terhubung satu sama lain," kata Aldrich.
Van Kerkhove pun menyarankan untuk tetap terhubung dengan orang-orang terkasih dengan perangkat yang dimiliki termasuk internet dan media sosial. Menurut dia, merawat kesehatan mental sama pentingnya dengan merawat kesehatan fisik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah mengoreksi istilah tersebut. WHO mendorong masyarakat untuk menjaga jarak fisik, yang dalam arti sederhananya diimbau untuk tidak berdekatan secara fisik dengan orang lain.
"Istilah berganti jadi physical distance. Tujuannya karena kami ingin orang tetap terhubung [secara sosial]," ujar Van Kerkhove.
WHO menganjurkan untuk menjaga jarak fisik yakni minimal 1 meter dengan orang lain. Aturan jarak ini diberlakukan untuk menghindari tubuh terkena percikan droplet dari batuk atau bersin yang mungkin terkontaminasi.
Imbauan ini pun direspons oleh sejumlah pesohor dengan membuat berbagai gerakan di media sosial. Gerakan dibuat agar orang tetap merasa terhubung dan mengimbau untuk tetap berada di rumah.
Tak hanya di Hollywood, gerakan ini pun ramai di Indonesia. Artis, penyanyi dan musisi seperti Raisa, Lea Simanjuntak, Vidi Aldiano, Ariel NOAH, Asty Ananta dan Anggun menyanyikan "Rumah Kita" milik band Godbless.
Baik dari "Imagine" milik John Lennon ataupun "Rumah Kita" milik God Bless, keduanya menyimpan harapan agar masing-masing tetap berada di rumah dan saling menjaga satu sama lain.
[Gambas:Video CNN]
(els/asr)