Physical Distancing:Jaga Jarak Fisik, Bukan Putus Silaturahmi

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 28/03/2020 12:40 WIB
Physical Distancing:Jaga Jarak Fisik, Bukan Putus Silaturahmi Ilustrasi: Social distancing berbeda dengan physical distancing. Menjaga jarak fisik bukan berarti memutus tali silaturahmi atau ikatan sosial. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demi mencegah penularan infeksi virus corona atau Covid-19, banyak pihak menyerukan imbauan jarak sosial atau social distancing. Namun, istilah itu rentan salah persepsi di tengah masyarakat. Ikatan sosial justru diperlukan, tapi tidak dengan fisik yang berdekatan.

Ahli politik dan kebijakan publik Northeastern University, Daniel Aldrich mengatakan bahwa istilah 'social distancing' agak menyesatkan dan bisa disalahartikan.

"Upaya yang dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus corona harus mendorong penguatan ikatan sosial dengan tetap menjaga jarak fisik," ujar Aldrich, mengutip The Washington Post.


Aldrich mengatakan, bisa saja orang menganggap social distancing malah memutus tali silaturahmi atau larangan bersosialisasi dengan orang lain. Awalnya mengobrol akrab, tapi imbauan social distancing malah membuat masing-masing menarik diri.

"Padahal pandemi Covid-19 kemungkinan akan berlangsung beberapa waktu ke depan dan kita perlu merasa terhubung satu sama lain," kata Aldrich.

Van Kerkhove pun menyarankan untuk tetap terhubung dengan orang-orang terkasih dengan perangkat yang dimiliki termasuk internet dan media sosial. Menurut dia, merawat kesehatan mental sama pentingnya dengan merawat kesehatan fisik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah mengoreksi istilah tersebut. WHO mendorong masyarakat untuk menjaga jarak fisik, yang dalam arti sederhananya diimbau untuk tidak berdekatan secara fisik dengan orang lain.

Pemimpin teknis upaya penanggulangan Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove mendorong masyarakat untuk menjaga jarak fisik dengan orang lain. Namun, menjaga jarak fisik bukan berarti memutus tali silaturahmi antar-sesama.

"Istilah berganti jadi physical distance. Tujuannya karena kami ingin orang tetap terhubung [secara sosial]," ujar Van Kerkhove.

WHO menganjurkan untuk menjaga jarak fisik yakni minimal 1 meter dengan orang lain. Aturan jarak ini diberlakukan untuk menghindari tubuh terkena percikan droplet dari batuk atau bersin yang mungkin terkontaminasi.

Imbauan ini pun direspons oleh sejumlah pesohor dengan membuat berbagai gerakan di media sosial. Gerakan dibuat agar orang tetap merasa terhubung dan mengimbau untuk tetap berada di rumah.

Para artis Hollywood mengunggah video saat mereka menyanyikan lagu "Imagine" milik John Lennon. Gerakan ini diinisiasi oleh bintang Wonder Woman, Gal Gadot dan diikuti oleh Natalie Portman, Jamie Dornan, Sia, Zoe Kravitz, Jimmy Fallon, dan artis-artis lain.

Tak hanya di Hollywood, gerakan ini pun ramai di Indonesia. Artis, penyanyi dan musisi seperti Raisa, Lea Simanjuntak, Vidi Aldiano, Ariel NOAH, Asty Ananta dan Anggun menyanyikan "Rumah Kita" milik band Godbless.

Baik dari "Imagine" milik John Lennon ataupun "Rumah Kita" milik God Bless, keduanya menyimpan harapan agar masing-masing tetap berada di rumah dan saling menjaga satu sama lain.

[Gambas:Video CNN]

(els/asr)