Alasan Sulitnya Menyetop Kebiasaan Menyentuh Wajah

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 22:25 WIB
Tidak menyentuh wajah demi menekan penularan Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Banyak orang secara refleks menyentuh wajahnya. Mengapa demikian? Ilustrasi. Tidak menyentuh wajah untuk menekan penularan Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. (Istockphoto/fotostorm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain menjaga jarak fisik, masyarakat juga disarankan untuk menghindari kebiasaan menyentuh wajah demi menekan penularan infeksi virus corona atau Covid-19. Namun, kebiasaan menyentuh wajah agaknya sulit dihindari oleh banyak orang.

Banyak orang secara refleks menyentuh wajahnya. Jangankan masyarakat awam, para profesional medis pun tak bisa terhindar dari kebiasaan menyentuh wajah.

Sebuah studi pada 2015 yang melibatkan mahasiswa bidang studi penyakit menular menemukan betapa kebiasaan menyentuh wajah tak bisa dihindari. Sebagaimana dilaporkan dalam American Journal of Infection Control, mereka dilaporkan 23 kali menyentuh wajah selama kelas belajar mengajar.


Pertanyaan yang muncul kemudian, mengapa tidak menyentuh wajah adalah perkara sulit bagi banyak orang?

"Ini [menyentuh wajah] jadi salah satu kebiasaan paling umum yang dilakukan manusia," ujar psikolog Kevin Chapman, melansir Live Science. Sejak dini, manusia diajarkan untuk sering menyentuh wajah, baik dengan merias wajah, menyikat gigi, atau menata rambut. Sederet rutinitas ini pada akhirnya membuat manusia begitu terbiasa menyentuh wajah.

Tak hanya itu, kebiasaan menyentuh wajah juga jadi cara seseorang untuk memastikan tampilan terbaiknya di depan publik. "Kebiasaan menyentuh wajah juga berkaitan dengan bagaimana penampilan kita di depan publik," kata Chapman.

Sebut saja sisa makanan yang ada di sekitar mulut. Kondisi itu tentu akan mengganggu penampilan dan membuat seseorang terlihat jorok atau tak senang merawat diri. Menyentuh wajah memungkinkan seseorang mengatur penampilan mereka di depan orang lain.

Meski berlaku bagi semua orang, tapi kebiasaan menyentuh wajah akan menjadi lebih buruk pada orang-orang dengan gangguan cemas. Untuk mengelola stres, orang-orang dengan gangguan cemas akan melakukan perilaku berulang yang fokus pada tubuh seperti menggigit kuku atau mencabut ujung rambut. Pada tingkat yang tidak terlalu parah, seseorang kerap menyentuh wajah untuk menenangkan diri dari stres.

Selain itu, perasaan cemas untuk menyentuh wajah juga mendorong seseorang untuk melakukannya tanpa disadari.

Namun, Anda tak perlu khawatir. Menyentuh wajah tak menjadi jalur utama penularan Covid-19. Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat hanya merekomendasikan masyarakat untuk tidak menyentuh hidung, mulut, dan mata.

Anda disarankan untuk mencuci tangan atau memastikan tangan dalam kondisi bersih terlebih dahulu sebelum menyentuh wajah. Atau, sebagai alternatif, Anda juga bisa menggunakan tisu untuk menyentuh wajah.

[Gambas:Video CNN]

(asr/asr)