Tips Tetap Tenang Kala Mantan Menyapa di Masa Pandemi Corona

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 17:01 WIB
Isolasi selama pandemi Covid-19 kadang memunculkan kejadian tak dinyana. Misalnya, pesan tiba-tiba dari mantan. Bagaimana meresponsnya? Ilustrasi: Isolasi selama pandemi Covid-19 kadang memunculkan kejadian tak dinyana. Misalnya, pesan tiba-tiba dari mantan. (Foto: Istockphoto/Tunatura)
Jakarta, CNN Indonesia -- Imbauan menjaga jarak fisik (physical distancing), tidak keluar rumah kecuali mendesak, tak pelak menimbulkan efek pada kesehatan mental. Salah satu yang acap muncul adalah, rasa kesepian. Kondisi seperti ini kadang jadi pemicu kemunculan telepon atau teks tak terduga dari mantan.

Ketika itulah konflik batin biasanya dimulai, antara merespons atau membiarkannya saja. Meski di sisi lain, Anda boleh jadi merasa tersanjung dan seolah gayung bersambut. Mengingat rasa sepi akibat isolasi mandiri bakal terobati sementara berkat seseorang di masa lalu.

Tapi Lee Wilson, relationship and break up coach, mengamati motivasi para mantan untuk kembali menjalin komunikasi ini ada beragam. Ada yang memang hanya menanyakan kabar atau ada pula yang ingin 'rujuk'.


"Hasrat untuk diberikan rasa nyaman oleh orang yang sudah dikenal jadi alasan terbanyak. Di waktu stres dan tertekan, kita mencari hal-hal yang mendekati kenormalan. Mantan kita mewakili waktu ketika stres atau ketegangan hebat itu tidak ada," jelas Wilson mengutip dari Elite Daily.


Jika pesan teks dari mantan mendatangkan badai baru buat Anda, Wilson pun memberikan sejumlah cara agar tetap tenang menanggapi kondisi tersebut.

1. Ambil jeda
Jika Anda bingung cara merespons 'sapaan' mantan, Wilson merekomendasikan untuk mengambil jeda untuk jujur dengan diri sendiri soal motivasi. Apakah Anda ingin berhubungan lagi agar tak merasa kesepian? Apakah benar-benar hanya ingin memastikan dia baik-baik saja?

"Saya tidak menghalangi jika Anda ingin menghubungi mantan di waktu sekarang ini atau di waktu-waktu penuh ketidakpastian. Hanya saja, tetap awasi dan ketahui intensi Anda sebenarnya karena jika menginginkan rujuk dengan mantan bisa mengakibatkan Anda mencari-cari alasan untuk membenarkan menghubungi mereka," saran dia.

Pertukaran pesan yang hangat dan penuh perhatian dapat memberikan kenyamanan. Anda musti yakin bahwa berkomunikasi lagi dengan mantan tak akan mengancam kesehatan emosional Anda.

Akan tetapi jika Anda merasa keterlibatan dengan mereka bisa memicu tumbuhnya harapan palsu untuk kembali bersama, Wilson menyarankan untuk menunda respons.


2. Hubungi orang lain selain mantan
Bisa saja Anda belum benar-benar sembuh dari luka lama pascaputus. Sang mantan membuat Anda tak nyaman dan Anda pun tak tertarik berhubungan lagi dengannya. Namun di sisi lain, Anda kesepian.

Wilson pun menyarankan untuk menghubungi orang lain seperti keluarga, sahabat atau rekan kerja. Anda pun juga bisa melakukan aktivitas lain sebagai distraksi seperti, olahraga, membaca, bermain dengan anjing atau kucing atau hewan peliharaan kesayangan, atau juga memasak.


3. Tetap utamakan diri sendiri
Jujur saja, selalu ada rasa bingung saat nama mantan muncul di notifikasi ponsel. Sebenarnya tak ada jawaban benar salah dalam menyikapi situasi ini. Namun satu hal yang pasti, dalam situasi penuh ketidakpastian dan tekanan saat ini, tetap utamakan kesejahteraan diri sendiri.

Jika kembali berkomunikasi dengan mantan mendukung tujuan tersebut, ini tak masalah. Namun jika tidak, bagaimanapun ini waktu untuk 'cuci tangan' atas semua kisah masa lalu dan mencari kenyamanan, kasih sayang, dan kepastian dari calon pasangan potensial lain.

[Gambas:Video CNN]

(els/NMA)