Panggung Orkestra Bermunculan di Balkon Apartemen Prancis

CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2020 10:56 WIB
Panggung Orkestra Bermunculan di Balkon Apartemen Prancis Penyanyi tenor Stephane Senechal menghibur tetangga dari jendela apartemennya di paris, Prancis. (AFP/PHILIPPE LOPEZ)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dihadapkan dengan rasa takut dan kebosanan akibat lockdown virus corona, musik memainkan peranan yang penting nan menghibur dalam hidup penduduk Prancis. Salah satunya melalui "konser" para musisi dari balkon rumahnya.

Setiap jam 7 malam, penyanyi tenor Stephane Senechal membuka jendela apartemennya yang berlokasi di di 9th arrondissement of Paris untuk bernyanyi.

"Ketika saya melihat senyum, itu memberi saya kesenangan," katanya kepada AFP, seperti yang dikutip pada Kamis (2/4).


"Sepanjang hari, kita diberitahu tentang hal-hal tragis, seperti orang yang meninggal. Ketika saya melihat senyum, saya melihat harapan. Ini adalah momen kebebasan, pelarian," katanya.

Senechal mengatakan dia tinggal di lingkungan di mana "ada banyak orang tua" dan itu adalah momen yang mendorongnya untuk terus bernyanyi dari jendela.

Kabar mengenai pertunjukan balkonnya tampaknya telah jauh tersiar melintasi atap-atap rumah di pemukimannya.

"Seorang pasien dengan COVID-19 dan dirawat di rumah sakit di Bichat (sebuah rumah sakit di utara Paris) melihat salah satu video saya dan berkata 'teruskan'. Bagi saya, itu membuat semuanya berharga."

Sejak awal isolasi diri di Perancis, seperti di Italia dan Spanyol, inisiatif seperti ini telah berkembang.

Montreuil, di pinggiran timur ibukota, sangat aktif dan secara teratur berbagi video sosok pemain biola, gitaris atau penyanyi di balkon rumah mereka.

Inisiatif online BachDesBalcons, diluncurkan oleh Classical Revolution France, sebuah gerakan dari Amerika Serikat, mendorong musisi untuk memainkan karya Bach di jendela mereka.

"Ada lusinan dari anggota kami yang bermain setiap minggu dari Montpellier ke Paris, melalui Nantes, Strasbourg atau Lille," Sarah Niblack, direktur Classical Revolution France, mengatakan kepada AFP.

"Bach adalah sahabat terhebat, kamu tidak pernah sendirian dengan musikmu."

Area kafe di Paris yang terpaksa tutup akibat pandemi virus corona. (AP Photo/Michel Spingler)

Kekuatan hidup

Niblack merupakan pemain biola yang telah tampil di beberapa panggung orkestra nasional.

Sebagai seorang Amerika yang telah tinggal di Perancis selama beberapa tahun, Niblack yang bermukim di Prades mengatakan bahwa ia senang dapat membawa "kenyamanan dan sedikit momen ketika orang-orang berkumpul" dalam momen isolasi.

"Orang-orang mengenali saya sekarang, bahkan ketika saya berbelanja dengan masker dan sarung tangan, saya diberitahu di jalan 'kamu adalah gadis yang memainkan Bach'," kata Niblack tertawa.

Seperti banyak pekerja lepas lainnya, ia menderita secara profesional akibat lockdown, setelah melihat enam kontraknya dibatalkan sejak virus corona datang di Prancis.

Meski demikian, ia tetap optimis tentang kekuatan musik.

"Kami tidak berguna di rumah sakit tetapi kami dapat membuat sedikit perbedaan dalam kehidupan orang-orang. Mereka sangat menghargai bahwa kami masih memikirkan mereka."

Juga di Paris, dari balkonnya yang menghadap ke Boulevard Saint-Michel, di jantung kawasan Latin, Camilo Peralta, seorang pemain cello dari Ile-de-France National Orchestra, memainkan Bach pada siang hari yang tentu saja menghibur para tetangga hingga orang yang lewat di jalanan.

"Setiap kali saya bermain, terdengar ambulans lewat," katanya.

Di Mulhouse, di timur Prancis, salah satu daerah yang paling parah dilanda pandemi virus corona, pemain biola Jessy Koch bermain setiap hari pada pukul 06.30 sore di balkonnya.

"Tidak mudah bekerja sendirian, tanpa tujuan dalam pikiran. Dan sekarang, saya mulai memiliki sedikit penonton yang menunggu konser kecil. Hidup terus berjalan," katanya.


(AFP/ard)