Alasan Kulit Jadi Kering Selama Masa Isolasi

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 17/04/2020 05:09 WIB
Healthcare and medical concept. Female scratching the itch on her hand, cause of itching from skin diseases, dry skin, allergy, chemical, allergic to detergent or dishwashing liquid and dermatitis, insect bites, burned, drug. Health problem. Ilustrasi. Kulit akan menjadi kering selama masa isolasi diri karena minimnya pelembap alami yang didapat. (Istockphoto/ipopba)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masa karantina mengharuskan seseorang tetap berada di rumah. Tak hanya membuat bosan, karantina juga berdampak pada kesehatan kulit. Kulit disebut akan jadi kering selama masa karantina.

Ahli dermatologi, Nava Greenfield mengatakan ada beberapa alasan yang membuat kulit menjadi kering meski terus berada di dalam rumah.

"Saat Anda berada di dalam ruangan seharian dan cuaca sedang panas, kelembapan udara akan menipis. Artinya, semakin sedikit pelembap untuk kulit Anda," ujar Greenfield, mengutip Women's Health Magazine.


Kondisi ini jelas berbeda dengan saat Anda masih bisa bepergian keluar rumah. Saat bepergian, Anda akan mengalami perubahan cuaca. Pada kondisi itu, umumnya kelenjar minyak memproduksi lebih banyak pelembap alami untuk kulit.

Selain minimnya pelembap yang diproduksi oleh kelenjar minyak, aktivitas mandi dan cuci tangan yang cukup sering juga rentan membuat kelembapan kulit terkikis.

Greenfield menyarankan agar Anda menjalani rutinitas perawatan kulit. Untuk kulit tubuh secara keseluruhan, gunakan krim atau losion berbahan dasar minyak yang diperkaya bahan seperti minyak jojoba, ceramide, cocoa butter, dan alpukat. Bahan-bahan itu bisa membantu menghidrasi kulit.

Sedangkan untuk wajah, pilih produk yang tak terlalu berat. Anda disarankan untuk menggunakan produk yang mengandung gliserin, hyaluronic acid, vitamin C, dan E.

"Gunakan produk-produk ini dua sampai tiga kali sehari, lebih sering dari biasanya. Tambahkan pelembap saat siang," ujar Greenfield.

[Gambas:Video CNN]

(els/asr)