Ia menyatakan bahwa masker kain bisa menekan angka penyebaran virus, namun tidak optimal.
"Sesuai hasil penelitian, masker kain dapat menangkal virus hingga 70 persen. Dengan demikian, tetap jaga jarak minimal 1-2 meter," tutur Wiku dalam siaran teleconference, Minggu (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wiku juga menjelaskan cara pemakaian masker kain dan perawatannya. Pertama, masker kain harus dipakai mulai dari hidung hingga menutup dagu.
"Cara dan model masker kain dapat disesuaikan dengan wajah dan tak longgar. Masker bisa dijahit manual atau menggunakan mesin," ungkap dia.
"Namun masker kain harus diganti, dan dicuci secara rutin. Diganti apabila basah dan diganti secara rutin artinya perlu ada beberapa masker," lanjut dia.
"Jadi kita mengenali musuh dengan cara droplets, masuk tiga pintu utama yang dibawa jari kita. 90 persen penyebaran dengan cara ini. Itu sebabnya kenapa kita menggunakan masker," terang dia.
Terakhir, ia mengapresiasi kepada warga yang terus membagikan masker. Ia juga meminta masyarakat untuk saling mengingatkan dalam menggunakan masker.
"Jika kita lakukan ini, sampai tingkat keluarga, kami percaya bisa menekan kasus ini. Dengan kepedulian dan punya solidaritas dan saling mengingatkan menggunakan masker dan cuci tangan. Mari saling melindungi," tandasnya.
[Gambas:Video CNN]
(ctr/bir)